RADAR JEMBER - Kelangkaan gas LPG atau gas melon di Lumajang masih sangat dirasakan warga.
Pemkab bakal melakukan koordinasi dengan Forkopimda Lumajang bersama Hiswana Migas dan meminta masyarakat bijak dalam menggunakan gas melon.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati mengatakan, seluruh agen dan beberapa pangkalan gas elpiji juga perlu diajak dalam koordinasi tersebut, untuk mengatasi permasalahan itu.
Pihaknya mewajibkan setiap agen hadir dalam koordinasi itu.
Kemudian perwakilan pangkalan sebanyak 200 orang juga diminta bergabung lewat zoom meeting untuk menyelesaikan masalah.
“Rencananya tanggal 9 besok (hari ini, Red), saya, Kapolres, Kejaksan, dan Dandim akan mengundang Hiswana migas, termasuk agen dan pangkalan,” ucapnya.
Persoalan ini mulai mencul saat lebaran hingga saat ini.
Terlihat beberapa warga masih kuwalahan mendapat gas melon.
Mereka harus keliling ke setiap toko hingga ke luar desa demi satu tabung gas. Apalagi harganya kadang sampai Rp 25 ribu.
Bunda Indah sapaan akrabnya meminta agar warga memiliki kesadaran tinggi terhadap penggunaan gas melon agar tepat sasaran.
Apalagi sudah diperjelas bahwa gas melon 3 kilogram hanya diperuntukkan bagi warga kurang mampu.
“Memang pada dasarnya gas elpiji 3 kg untuk masyarakat kurang mampu. Bagi warga
mampu dan untuk usaha besar, supaya memakai gas warna biru atau gas elpiji non subsidi,” pungkasnya. (dea/son)
Editor : Adeapryanis