RADAR JEMBER - Ketersediaan pupuk untuk mendukung sektor pertanian kali ini benar-benar diperkuat.
Sebab, selain menurunkan harga eceran, kuota pupuk tahun ini dipastikan bertambah. Tambahan itu berasal dari Pemprov Jatim.
Setiap tahun Pemkab Lumajang rutin melakukan pemutakhiran data petani. Sehingga, petani yang memenuhi syarat dapat terakomodasi dalam rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK).
Sebab, kebutuhan pupuk harus terencana dengan baik.
Staff Bidang Sarana, Prasarana dan Penyuluhan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang Singgih Setyo Utomo mengatakan, RDKK merupakan instrumen penting untuk memastikan perencanaan kebutuhan pupuk dilakukan berbasis data.
Tentu data itu disesuaikan dengan luas lahan dan komoditas yang diusahakan petani.
Melalui perencanaan yang akurat, distribusi pupuk dapat lebih tertata dan layanan kepada petani semakin optimal.
“Setiap tahun Pemerintah Daerah melakukan pemutakhiran data agar petani yang belum terdata bisa masuk dalam RDKK, sehingga mereka nantinya akan mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi,” katanya.
Menurutnya, ketersediaan pupuk tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Rinciannya meliputi pupuk Urea 29.323.000 kilogram, NPK 31.596.000 kilogram, serta pupuk organik 2.539.000 kilogram.
“Alokasi pupuk subsidi di Lumajang mendapat tambahan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Perdagangan dan Metrologi Legal Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Lumajang, Eko Sugeng Prasetyo mengatakan, Pemkab Lumajang berkomitmen untuk melakukan penyederhanaan distribusi.
“Tujuannya supaya penyaluran pupuk dapat lebih cepat dan layanan kepada petani semakin baik, terutama pada masa tanam yang membutuhkan kepastian ketersediaan pupuk,” pungkasnya. (son)
Editor : Adeapryanis