Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kasus Kekerasan Perempuan di Lumajanh Mulai Menurun, Terbanyak Karena KDRT

Adeapryanis • Senin, 26 Januari 2026 | 10:21 WIB

ATASI: Perempuan di Lumajang mulai difasilitasi bekal kewirausahaan, atasi persoalan kemandirian dan KDRT.(ADE APRYANIS/RAME)
ATASI: Perempuan di Lumajang mulai difasilitasi bekal kewirausahaan, atasi persoalan kemandirian dan KDRT.(ADE APRYANIS/RAME)

RADAR JEMBER -  Kasus kekerasan pada perempuan di Lumajang trennya mulai menurun. Tahun 2024 tercatat ada 25 kasus, tahun ini turun menjadi 19 kasus.

Angka penurunan terjadi karena banyaknya lapangan pekerjaan yang membuat perempuan bisa mendapat penghasilan.

Sehingga ketergantungan pada laki-laki atau suami tak terlalu berpengaruh.

Artinya mereka bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu, banyaknya program latihan kewirausahaan membuat kaum perempun mulai bisa berkarya.

“Kita sediakan program merajut, dan menggaet organisasi diluar untuk mengkaver emak-emak agar memiliki keterampilan,” ucap kabid Bidang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Dinsos P3A Lumajang, Aisyah Salawati,”. 

Dia menambahkan, jika kasus kekerasan perempaun didominasi oleh kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Mereka tak berdaya dengan kondisi hidup karena ketergantungan ekonomi.

Bahkan, sebagian ada yang merasa rela menjadi korban karena tak punya pilihan selain bertahan.

Upaya yang dilakukan pemkab Lumajang lewat program kewirausahaan akhirnya membuahkan hasil.

Tahun kemarin trennya menurun.

“Didominasi kekerasan fisik dan KDRT. Karena ketergantungan ekonomi makanya mereka tidak berdaya,” pungkasnya. (dea/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#KDRT #Lumajang