RADAR JEMBER - Hampir setiap hari, Gunung Semeru mengeluarkan erupsi berupa material vulkanis.
Di tambah, saat ini memasuki musim penghujan.
Praktis, dampak banjir lahar dingin cukup menghawatirkan.
Terutama bagi warga yang tinggal di sepanjang daeral aliran sungai (DAS) Gunung Semeru.
Termasuk sejumlah warga yang tinggal di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
Kades Jugosari Mahmudi mengatakan, intensitas hujan yang tinggi membuat debit air DAS Gunung semeru cukup tinggi.
Beberapa waktu lalu, banjir itu sempat merendam satu pemukiman di Dusun Sumberlangsep.
“Kalau longsor nyaris tidak ada, tetapi kalau sudah hujan. Di Daerah sini pasti kebingunan soal akses. Terutama bagi anak-anak sekolah, tidak jarang yang harus menyeberangi sungai untuk berangkat ke sekolah,” katanya.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Lumajang Yudi Cahyono mengatakan, dampak curah hujan tinggi memang beragam.
Selain, banjir lahar di Kecamatan Candipuro juga terdapat ancaman longsor di kecamatan yang berada di kawasan pegunungan lainnya.
Menurutnya, cuaca kali ini memang tidak menentu. Namun, untuk kawasan pegunungan sering terjadi hujan.
Kali ini warga diimbau untuk selalu waspada ketika langit mendung, mulai gelap. (son)
Editor : Adeapryanis