Radar Jember – Pertandingan keras terjadi di laga awal babak16 besar Grup KK Liga 4 Jatim, kemarin (19/1) di Stadion Jember Sport Garden (JSG).
Hasil imbang 0-0 diraih PS Mojokerto Putra dan Perseba Bangkalan.
Sementara, hasil seri hampir saja menghampiri sang tuan rumah Persid melawan Persida Sidoarjo.
Pertandingan berjalan sengit sejak peluit pertama dibunyikan.
Pada babak pertama, kedua tim saling jual beli serangan, namun disiplinnya lini belakang membuat skor kacamata 0-0 bertahan hingga turun minum.
Kebuntuan baru pecah pada menit ke-50. Pemain Persid, Ahmad Dedi, berhasil menggetarkan jala gawang Persida melalui eksekusi tendangan bebas yang akurat.
Namun, euforia tuan rumah tak bertahan lama. Delapan menit berselang, Persida Sidoarjo mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat Sandy Kusuma Triandy.
Memasuki fase akhir pertandingan, tensi semakin memanas. Drama memuncak pada menit ke-90+ saat bek Persida menjatuhkan pemain Persid di kotak terlarang.
Wasit langsung menunjuk titik putih, sebuah keputusan yang memicu protes keras dari ofisial Persida yang duduk di bench.
Meski sempat tertahan karena aksi protes, eksekusi penalti tetap dijalankan.
Ghivari Vaiz Aditya yang maju sebagai algojo tampil tenang. Tendangannya mengecoh kiper lawan, sekaligus mengunci kemenangan 2-1 untuk Persid Jember.
Meski menang, pelatih Persid Jember, Agus Yuwono, mengaku belum puas sepenuhnya.
Ia menyoroti keroposnya lini tengah yang sering memberikan ruang bagi lawan untuk berkembang.
"Pertandingan ini memberikan pelajaran berharga. Kami harus memperbaiki lini tengah karena banyak meninggalkan ruang kosong yang dimanfaatkan lawan. Untuk taktik berikutnya, pergantian pemain di sektor gelandang menjadi prioritas agar permainan lebih aman," ungkap Agus.
Terkait drama penalti di penghujung laga, Agus enggan berkomentar banyak. "Saya tidak bisa memberikan penilaian soal itu. Sepenuhnya adalah keputusan wasit," tambahnya.
Hasil pertandingan tersebut juga menjadi bukti pemain Persid bisa mencetak gol.
Sebab, dua laga sebelumnya Persid hanya meraih hasil seri 0-0.
Persida Bidik Sapu Bersih
Di kubu lawan, asisten pelatih Persida Sidoarjo, Miftahul Huda, menyayangkan hasil yang dianggapnya kurang menguntungkan bagi timnya.
Meski kecewa dengan keputusan penalti, ia tetap mengapresiasi kerja keras pemainnya.
"Kedua tim bermain bagus, kami bahkan sempat menguasai pertandingan. Mengenai insiden penalti, sudah ada live streaming yang bisa menilai. Kami tidak menyalahkan wasit, tapi ini sangat menyayangkan," ujar Miftahul.
Kekalahan ini memaksa Persida untuk bekerja ekstra keras di dua laga sisa.
"Target kami berikutnya adalah sapu bersih kemenangan untuk menjaga peluang lolos," tegasnya.
Dengan hasil ini, Persid Jember memimpin klasemen sementara Grup KK dengan raihan 3 poin.
Sementara di partai lain, PS Mojokerto Putra dan Perseba Bangkalan harus puas berbagi satu poin setelah bermain imbang 0-0. (kin/dwi)
Editor : Imron Hidayatullahh