RADAR JEMBER - Dampak banjir lahar dingin yang melanda dua desa di Kecamatan Candipuro pada Jumat (5/12), kemarin membuat beberapa rumah warga tertimbun sisa material banjir.
Ketinggiannya mencapai 1 meter lebih, bahkan satu rumah warga yang tersisa hanya bagian atap rumah.
Di Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, tercatat 9 rumah terdampak, dengan satu di antaranya mengalami rusak berat.
Dua bangunan tempat usaha juga dilaporkan rusak.
Sedangkan, di Kajar Kosong, Dusun Kebondeli Selatan, Desa Sumberwuluh, banjir lahar dingin turut merusak beberapa rumah warga.
Kalaksa BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan, banjir lahar dingin terjadi akibat peningkatan intensitas erupsi Gunung Semeru yang diiringi hujan lebat.
“Pukul 10.45 WIB, Kecamatan Candipuro terjadi hujan deras dan mengalami peningkatan debit DAS getaran banjir Amak 35 mm,” ucapnya.
Informasinya Dusun Sumberlangsep jadi lokasi terdampak paling parah akibat banjir lahar dingin itu.
Hal itu disebabkan, karena penangkis atau tanggul sisi selatan ambrol sehingga meluap ke pemukiman rumah warga setempat.
Sementara itu, warga yang sempat terisolasi masih berusaha menyelamatkan diri ke tempat aman, kemarin.
Dibantu oleh relawan dan tim penyelamat lainnya.
Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun upaya peningkatan kewaspadaan tetap ditingkatkan.
“Banjir lahar dingin tidak memakan korban jiwa, warga mulai mengungsi dan menyelamatkan barang berharga,” pungkasnya. (dea/fid)
Editor : Adeapryanis