RADAR JEMBER - Puluhan warga yang terdampak erupsi gunung Semeru pada Rabu (29/11) lalu masih menempati tempat pengungsian di SDN Supit Urang 04, Desa Supit Urang, Kecamatan Pronojiwo.
Kini, sebagian besar pengungsi mulai mengeluh gatal dan mengalami gangguan pernapasan.
Informasi yang berhasil dihimpun, rata-rata pengungsi yang menempati bangunan lembaga sekolah tersebut berasal dari Dusun Gumukmas dan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Suyana, 60 warga Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo mengaku mulai batuk.
Ia bersama Suyanto, cucunya mengungsi di SDN Supiturang 04.
“Saya hanya bersama cucu saja karena suami sudah meninggal, katanya.
Diakui, selama tiga hari mengungsi di tempat pengungsian, gejala gangguan pernapasan dan gatal-gatal mulai bermunculan.
Tidak sedikit warga mulai mengeluh untuk segera mendapat penanganan.
Petugas Puskesmas Pronojiwo Yuda menjelaskan, keluhan itu mulai banyak disampaikan oleh pengungsi. Paling banyak mengaku menderita infeksi saluran pernapasan (Ispa).
Berikutnya, penyakit gatal menyusul. “Memang yang paling banyak keluhannya yakni Ispa, setelah itu mulai mengaku gatal," pungkasnya. (jum/fid)
Editor : Adeapryanis