radarjember.id - Setelah pengungkapan kasus dugaan penimbunan BBM subsidi jenis solar di sekitar SPBU Desa Labruk Lor, lokasi gudang yang terletak di sekitar jalur lintas timur (JLT) langsung disegel.
Siapa sangka di lokasi itu terdapat sebelas tandon tempat penimbunan.
Sebelumnya, Bupati Lumajang Indah Amperawati bersama Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melakukan operasi tangkap tangan (OTT) penimbunan solar subsidi.
Dalam operasi itu, didapati kendaraan truk sedang memuat tandon berisi solar subsidi sebanyak seribu liter.
Bunda Indah sapaan akrab Bupati Lumajang mengatakan, pihaknya mendapat informasi terkait dugaan penimbunan solar subsidi di salah satu SPBU di Lumajang.
Setelah mendapat informasi yang cukup, rombongan itu langsung berjaga-jaga di sekitar SPBU untuk memastikan informasi itu.
Ketika ditemukan target sedang memasuki SPBU di Desa Labruk Lor, armada truk itu dibiarkan menyelesaikan pengisiannya hingga selesai.
“Jadi tadi saya dapat informasi ada yang hendak beroperasi melakukan penimbunan solar, saya ikuti dan ternyata betul ada solar dalam tandon air,” katanya.
Tandon yang terletak di dalam bak armada truk itu ditutupi terpal.
Berikutnya, di salah satu sisi armada truk terdapat selang dari arah tangki menuju ke tandon tersebut.
Tidak hanya itu, di dalam ponsel terduga pelaku juga ada grup WhatsApp dengan nama Khusus Labruk.
Alex Sandy Siregar menjelaskan, pengemudi truk dengan inisial UP itu merupakan warga Kelurahan Jogoyudan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang.
Saat ini terduga pelaku sedang di mapolres Lumajang. Termasuk tandon yang berisi solar penuh dengan kapasitas seribu liter.
“Kami mendapatkan satu buah truk yang diduga saaat ini melakukan penimbunan. Nah modusnya masih kita pelajari yang saat ini masih dalam penyelidikan, nah dari mana sumber awal, kemudian bergeraknya kemana saja, di timbunnya ke mana saja nanti akan kita dalami lagi,” jelasnya.
Sementara itu, pantauan Jawa Pos Radar Semeru, lokasi gudang yang terletak di sekitar JLT itu tampak disegel.
Di dalam gudang tampak sejumlah tandon yang diduga sebagai tempat penimbunan.
Sampai saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memperjelas kasus tersebut. (son/fid)
Editor : Adeapryanis