Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Remaja di Lumajang Meminum Larutan HCL yang Dikira Soda Hingga Alami Penyumbatan Saluran Penceranaan

Atieqson • Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:44 WIB

BERBARING: Ibu korban, Ratna Purwati saat menemani Dewangga Naufal Al Yusen, 13 yang sedang berbaring lemas di tempat tidurnya, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)
BERBARING: Ibu korban, Ratna Purwati saat menemani Dewangga Naufal Al Yusen, 13 yang sedang berbaring lemas di tempat tidurnya, kemarin.(ATIEQSON MAR IQBAL/RAME)

radarjember.id - Salah satu santri pondok pesantren di Pandanwangi, Kecamatan Tempeh tampak masih terbaring lemas.

Dewangga Naufal Al Yusen, 13 asal Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh ini menderita penyumbatan saluran pencernaan gara-gara diduga minum larutan HCL.

Larutan HCL atau asam klorida itu didapat dari temannya.

Sejak saat itu kondisinya sakit-sakitan dan semakin menurun karena tak bisa makan. Ditambah berat badan anak tersebut turun sekitar 20 kilogram.

Diduga, korban mengalami penyumbatan saluran pencernaan dari lambung ke usus.

Ratna Purwati, ibu korban menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada 10 Juli 2025 lalu. Mulanya, Dewangga baru selesai melakukan tugas piket dan kebetulan dalam kondisi lelah dan kehausan.

Saat itu, datang temannya ke kamar membawa botol minuman soda, tetapi siapa sangka isi botol itu ternyata larutan asam klorida.

“Anak saya ini di pondok, ada kegiatan ngaji pagi dan lanjut piket. Nah posisi habis piket ini haus, terus tanya soal minuman yang dibawa pelaku. Dijawab sama si pelaku kalau itu minuman yang dikasih ibuk-ibuk, terus ya diminum sama anak saya,” katanya.

Menurutnya, setelah meminum larutan itu, anaknya langsung mengalami gejala panas hingga memuntahkan cairan.

Namun, berdasar pengakuan korban dan teman-temannya, pelaku malah tertawa-tawa saat melihat Dewangga mengalami muntah-muntah.

“Sebenarnya sampai tiga anak yang ditawari minuman, yang satu gamau, satunya minum juga dan sempat dirawat tapi tidak terlalu parah. Yang parah itu anak saya langsung panas, muntah keluar cairan hitam dan si anak yang memberi minuman itu ketawa-tawa," tambahnya.

Sementara itu, Dewan Pengasuh Ponpes Asy-Syarifiy 01 Ahmad Syaifuddin Amin menjelaskan, setelah kejadian itu pihaknya langsung melakukan penindakan terhadap pelaku.

Bahkan, pihak pondok pesantren telah memberikan sanksi dengan mengeluarkan pelaku tersebut.

“Ini anak iseng, air HCL itu dipindah ke botol minuman soda. Padahal, cairan ini sebetulnya tersimpan rapi di gudang, bukan ada di tempat sembarangan. Bahkan, letaknya juga jauh dari tempat ngaji si anak ini,” pungkas Gus Ma’ad sapaan akrabnya. (son/fid)

 

Editor : Adeapryanis
#penyumbatan #Lumajang