radarjember.id - Gerakan Belanja Sayur di Lahan Pertanian (Gerbas Tani) yang terletak di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung, menjadi upaya kemandirian pangan tanpa ketergantungan pasokan dari daerah luar.
Sistem hasil tanaman dijual dibawah harga pasar ternyata mampu menjadi daya tarik tersendiri.
Rata-rata harga sayuran dijual sangat murah, dengan dibanderol dari harga Rp 4 ribu per kilogramnya tergantung dari jenis sayuran.
Harga yang sangat miring dibandingkan dipasaran ini membuat pengunjung banyak yang memborongnya.
Rata-rata mereka membeli hampir semua jenis sayuran baik itu kangkung, sawi, timun, tomat dan masih banyak lainnya.
Kesempatan ini tidak mereka sia-sia kan, bahkan pulang bisa membawa beberapa bungkus sayuran dalam jumlah banyak.
“Harganya jauh lebih murah dibandingkan dipasar. Makanya kesini sekalian borong, bisa untuk stok beberapa hari kedepan,” ucap Nurhayati pengunjung.
Upaya untuk menjual dibawah harga pasar memang menjadi komitmen bersama.
Sebab, sayuran yang ditanam mampu menghasilkan puluhan kilogram sayur. Selain itu, mereka bisa memetik sendiri sayurannya.
Ini juga menjadi upaya percepatan swasembada pangan di Lumajang. Sehingga semua elemen masyarakat berkesempatan menikmati sayuran dengan harga terjangkau.
“upaya ini dilakukan untuk memutus rantai kenaikan harga, biasanya kan kalo dari petani harganya Rp 4 ribu, kemudian di jual di pasar harganya naik menjadi Rp 5 ribu, lalu dijual lagi harganya Rp 6 ribu. Nah jadi diadakan gerbas tani ini agar masyarakat bisa langsung belanja sayuran segar dari produsennya langsung,"pungkas Mukhlis, Panitia Gerbas Tani. (dea)
Editor : Adeapryanis