Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Bersepeda dari Sabang Menuju Merauke, Ini Cerita Taufik Abriansyah Bagikan Gantungan Kunci Setiap Singgah

Imron Hidayatullahh • Selasa, 20 Mei 2025 | 14:30 WIB
Pesepeda asal Jawa Barat, Taufik Abriansyah (kiri), berbincang dengan Masduki Dumehno, di rumah singgah di Jember, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Merauke. (YULIO FA/RADAR JEMBER)
Pesepeda asal Jawa Barat, Taufik Abriansyah (kiri), berbincang dengan Masduki Dumehno, di rumah singgah di Jember, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Merauke. (YULIO FA/RADAR JEMBER)

Radar Jember - Sebagian pecinta gowes acap kali membuat orang lain terheran-heran dengan perjalanan jarak jauh.

Rasa-rasanya tak masuk logika.

Namun, sepeda kayuh bertenaga manusia dipakai untuk perjalanan ribuan kilometer.

Melewati lintas kabupaten/kota, provinsi, bahkan lintas negara, dan berhasil.

Terbaru, pesepeda asal Bandung, Taufik Abriansyah, melakukan touring dari kampung halamannya di Cimahi menuju Merauke.

Dia berangkat pada 25 April lalu, kini Taufik telah singgah di Kota Tembakau.

“Rencana touring ke Merauke ini menguat saat sepedaan saya mencapai Kilometer Nol Indonesia di Sabang, Provinsi Aceh, September lalu,” katanya.

Perjalanan yang akan melintasi beberapa pulau ini tentu tak dilakukan secara serampangan.

Taufik telah menyusun perencanaan rute yang matang, termasuk kalkulasi biaya yang dibutuhkan.

Dia pun berencana melewati tempat-tempat paling ikonik di setiap kota yang disinggahi.

Selain itu, Taufik yang juga mantan wartawan itu memberikan suvenir berupa gantungan kunci bertuliskan PWI kepada setiap orang yang ditemui.

“Untuk sampai ke Jember, saya melintasi jalur selatan Jawa, melintasi Tasikmalaya, Kebumen, Jogja, Solo, Madiun, Malang, dan Lumajang,” katanya.

Pria 58 tahun itu mengayuh sepeda tuanya sejauh 65 kilometer dari Lumajang menuju tempat singgah di TPQ Al-Kautsar Education Center, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari.

Dia mengaku terpukau dengan tempat singgah untuk para pesepeda jarak jauh yang ada di Jember.

“Biasanya di setiap kota selalu ada pecinta gowes yang menyediakan tempat singgah bagai pesepeda seperti saya. Tapi, di tempat ini suasananya sedikit berbeda, karena jadi satu dengan tempat belajar Alquran. Suasananya lebih ramai dan hangat,” katanya.

Taufik mengatakan, tidak sulit baginya melalui perjalanan dari kampung halaman ke ujung timur Pulau Jawa.

Sebab, di Jawa, dia memiliki cukup banyak jaringan yang siap sedia membantu.

Terlebih, menurutnya, banyak orang yang senang membantunya dalam perjalanan.

Nah, situasi berbeda akan dia hadapi saat tiba di Indonesia timur.

“Kalau di daerah timur belum ada jaringan, di sana juga tidak terlalu ramai. Jadi, mungkin jarang ada warung untuk singgah. Cuacanya juga lebih gersang, jadi pasti akan lebih berat,” ujar alumnus Universitas Padjajaran itu.

Sementara itu, Zulkarnaen, mengaku senang menyambut kedatangan Taufik di rumah singgahnya.

Menurutnya, selain Taufik, tak jarang pesepeda dari berbagai daerah yang melintasi Jember juga beristirahat di rumah singgah tersebut.

Bahkan ada pula yang berasal dari luar negeri.

“Di setiap kota biasanya ada pecinta olahraga sepeda yang menyediakan rumahnya sebagai tempat singgah. Kalau di Jember kebetulan saya sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, dari setiap orang yang singgah memiliki cerita masing-masing dan itu menjadi pengalaman hidup yang dapat diceritakan sampai ke anak cucunya. (yul/c2/nur)

Baca Juga: Update Laka Lantas Jember: Salip Travel, Dosel Asal Silo Terlibat Kecelakaan 

Editor : Imron Hidayatullahh
#Jember #pesepeda #cimahi #touring #Sabang Aceh #merauke #Lumajang