radarjember.id - Panjang jalan memutar dari Dusun Tugu menuju Dusun Mlambing mencapai 3 kilometer. Padahal kedua dusun itu sama-sama terletak di Desa Burno Kecamatan Senduro. Namun kali ini, akses yang lumayan panjang itu telah dipangkas hingga 2 kilometer.
Pemangkasan itu diwujudkan dengan peningkatan akses jalan yang mulanya hanya jalan setapak. Saat ini, jalan yang menjadi akses alternatif itu diperlebar dan ditingkatkan menjadi jalan rabat beton. Total panjang peningkatan akses jalan itu mencapai 662 meter dengan lebar 3 meter.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Malang Kolonel Laut (P) Hartanto mengatakan, pelaksanaan tentara manunggal membangun desa (TMMD) tahun 2025 telah rampung. Jalan itu dinamai jalan manunggal sebagai simbol keberhasilan sinergi dan kolaborasi.
Menurutnya, pembangunan jalan ini merupakan bentuk nyata dari semangat gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. “Jalan Manunggal ini bukan sekadar infrastruktur, tetapi wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma mengatakan, pembangunan akses jalan dan jembatan ini sangat berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat. Bahkan, tidak hanya itu, urusan pendidikan dan pelayanan kesehatan juga makin mudah.
“Jalan alternatif ini memangkas dua kilometer jalan yang sebelumnya memutar. Mempermudah akses pendidikan, karena anak-anak di Dusun Tugu aksesnya kejauhan ke Dusun Mlambing. Kemudian akses kesehatan, dulu ada bidan kalau ke Mlambing ini harus mutar dulu,” pungkasnya. (son/fid)
Editor : Adeapryanis