Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Puluhan Hektare Sawah Petani Tak Terurus Tiga Musim Diserang Hama Tikus

Adeapryanis • Senin, 3 Maret 2025 | 16:30 WIB

TURUN: Sejumlah petani Poktan Paruk Makmur saat memantau produktivitas padi yang turun karena rusak diserang hama tikus. (MUHAMMAD HASBI/RAME)
TURUN: Sejumlah petani Poktan Paruk Makmur saat memantau produktivitas padi yang turun karena rusak diserang hama tikus. (MUHAMMAD HASBI/RAME)

radarjember.id - 
Luas lahan persawahan yang dikelola oleh Poktan Paruk Makmur membentang hingga 96 hektare di Desa Labruk Lor, Kecamatan Sumbersuko. Namun, hanya 36 hektare lahan yang dimanfaatkan untuk ditanami sejumlah komoditas. Sedangkan, 60 hektare sisa lahan lainnya dibiarkan tak terawat.

Tampak rumput liar tumbuh subur di sawah yang dulunya selalu ditanami komoditas padi. Irigasi pengairan sawah masih tampak mengalir lancar tanpa ada lahan padi yang bisa dibasahi. Sudah cukup sering petani mencoba menanam kembali, tapi kegagalan karena hama tikus terus menghantui.

"Setelah pertama kali gagal panen karena serangan hama, sudah pernah saya coba tanami lagi sebanyak dua kali, tapi tetap gagal panen di makan tikus. Jadi, sekarang sudah mangkrak selama tiga musim," kata salah Agus, satu petani Poktan Paruk Makmur.

Penghasilan utama dari sawah yang telah hilang hingga ratusan juta membuat sejumlah petani memanfaatkan lahan sawah itu sebagai tempat untuk mencari pakan ternak. Ladang yang sebelumnya jadi sumber pendapatan utama kini menyisakan jejak ratusan petak sawah penuh rerumputan.

Baca Juga: Tahun Terakhir Sertifikat Tanah Fisik, Warga Bingung dengan E-Sertifikat, Simak Penjelasan Lengkapnya Ini

"Sekarang ya gapunya penghasilan, gapunya modal juga mau garap lahan lagi, mau digarap juga hama tikusnya mengganggu. Ini lahan saya sekitar dua hektare, itu modalnya satu hektare sekitar 15 juta. Cuma bisa dipakai buat ngarit sekarang, ternak seperti kebo," tambahnya.

Ketua Poktan Paruk Makmur Abdul Gofur menjelaskan, lahan yang tidak ditanami selama tiga musim itu terhitung sejak setahun terakhir. Ada beberapa lahan yang tetap ditanami berbagai jenis komoditas, namun produktifitas yang dihasilkan sangat minim karena ada gangguan hama tikus.

"Jadi, dari total lahan 96 hektare yang ada di Poktan Paruk Makmur ini, ada 60 hektare yang tidak ditanami padi. Sisanya itu 36 hektare yang ditanami berbagai komoditi, padi sampai palawija dan tanaman air. Tapi, itu hasilnya tidak seberapa karena tikus, sudah tiga musim begini," pungkasnya. (has/fid)

Editor : Adeapryanis
#serangan hama #Lumajang