radarjember.id - Informasi sekelompok orang yang mendaki Gunung Semeru hingga puncak menuai banyak spekulasi. Terlebih, akses pendakian masih ditutup. Sampai saat ini kebenaran informasi tersebut masih belum dipastikan oleh Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS).
Aktivitas pendakian ilegal itu terungkap saat sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang berada di puncak Gunung Semeru viral di media sosial. Isi video menjelaskan sekelompok pendaki itu melakukan hiking sampai ke puncak saat liburan weekend tanggal 18 Januari 2025 lalu.
Baca Juga: UPDATE Laka Lantas Jember: Tabrak Bemper Mobil Ambulan, Pengendara Vixion Meninggal Dunia
Pranata Humas BB TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan, akses pendakian Gunung Semeru masih bakal ditutup hingga 8 Februari 2025. Jalur pendakian sengaja ditutup sementara untuk mencegah kejadian tidak terduga akibat cuaca ekstrem dan dampak dari aktivitas vulkanis Gunung Semeru.
Selain itu, jalur pendakian resmi hanya bisa diakses melalui Desa Ranupani, Kecamatan Senduro. Sehingga, kebenaran informasi dari postingan yang viral tersebut masih belum bisa dipastikan.
"Ini sangat kami sayangkan ya terkait postingan tersebut di tengah aktivitas pendakian tutup dan kondisi Semeru yang saat ini sangat berbahaya untuk melakukan pendakian ke puncak," jelasnya.
Untuk memastikan kebenaran aktivitas pendakian tersebut, pihaknya telah menghubungi pemilik video pertama untuk melakukan klarifikasi. Sebab, video pendakian itu diunggah saat BB TNBTS menutup sementara jalur pendakian.
"Sudah kami hubungi yang bersangkutan buat klarifikasi, tapi sampai sekarang pemilik nomor belum membalas pesan singkat yang dikirimkan BB-TNBTS. Saat ini kami masih melacak akun dan nomor hp yang bersangkutan untuk meminta klarifikasi terkait kegiatan itu," pungkasnya. (has/son/fid)
Editor : Adeapryanis