radarjember.id - Alun-alun Lumajang biasanya menjadi tempat berkumpul banyak orang. Namun, fasilitas dan akses yang disediakan dinilai belum ramah disabilitas. Sebab, penyandang disabilitas kesulitan saat ingin menikmati ruang terbuka hijau di jantung kota.
Sampai-sampai sering meminta bantuan pengunjung sekitar. Seperti yang dialami oleh Alfin Ramadhan, salah satu pendamping disabilitas. Menurutnya, arena masuk tidak memberikan akses grading track atau lintasan pejalan kaki. Sehingga bagi mereka yang duduk dikursi roda harus diangkat.
Baca Juga: Jelang Derby Plat W Awal Januari 2025, Bejo Sugiantoro Sebut Skuadnya Deltras FC Harus Lebih Fokus
Tidak hanya itu, pelican crossing atau sistem penyebrangan jalan juga tidak disediakan. Termasuk, seluruh akses jalan berupa batu pecah di sekililing Alun-alun juga tidak memberikan akses yang tepat bagi disabilitas. Mereka kesusahan melintasi jalan tersebut.
“Sebetulnya kurang fungsional bagi disabilitas ya terutama untuk batu pecah. Mungkin kalau untuk estetika cukup bagus. Tapi bagi disabilitas kurang ramah. Mungkin perlu perbaikian dan perlu dibuatkan jalur khusus bagi mereka,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Daerah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lumajang Ahmad Muiz mengatakan, realisasi perbaikan trotoar dan batu pecah bakal segera dilaksanakan. Namun, mempertimbangkan kemampuan anggaran.
Baca Juga: Terbaru! Ini Jadwal Red Sparks, Megawati Hangesti Siap Jaga Momentum Lawan AI Pepper
“Arahnya kedepan mudah-mudahan bisa segera terealisasi. Terutama batu pecah di alun-alun bisa diperbaiki dengan diberi jalan khusus bagi disabilitas,” pungkasnya. (dea/son/fid)
Editor : Adeapryanis