radarjember.id- Ledakan keras yang membuat sebuah bangunan rumah ambruk di Desa Bodang, Lumajang. Diduga kuat berasal dari petasan rakitan salah satu korban. Insiden yang membuat tiga orang terluka itu sebelumnya sempat diduga karena ledakan bom ikan atau bondet.
Setelah petugas Kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), Senin (14/10) diketahuilah bahwa pemilik petasan rakitan adalah Suwarsan yang menjadi salah satu korban dengan luka paling parah. Ledakan terjadi di rumah Sumah ketika Suwarsan datang berkunjung, Minggu (13/10) malam.
Baca Juga: Serius Tingkatkan Literasi Membaca, Total 66 Unit Perpustakaan Desa di Lumajang Sudah Terbangun
Kepala Desa Bodang Kuncoro menjelaskan, Suwarsam diduga kuat mencoba merakit petasan untuk keperluan sebuah hajatan. Sehingga, dapat dipastikan sumber ledakan bukan berasal dari bondet.
“Dugaan kuat yang meledak ini petasan, kemungkinan meledak akibat gesekan saat pemasangan sumbu. Juga ditemukan bekas titik ledakan di lantai, serta sejumlah barang bukti seperti serpihan dan sisa selongsong petasan,” katanya setelah mengikuti olah TKP.
Usut-punya usut ternyata petasan rakitan itu rencananya akan digunakan untuk pesta pernikahan salah satu anak dari pemilik rumah beberapa hari ke depan. “Korban merakit petasan untuk keperluan hajatan, rencananya akan dibunyikan saat pesta pernikahan anak pemilik rumah,” tambah Kuncoro.
Baca Juga: Aksi Demonstrasi di Jabar di Hujani Bom Molotov
Sementara itu, Kapolsek Padang Iptu Buriyanto mengatakan, dampak ledakan dari petasan rakitan tersebut membuat dua korban Sumah dan Suwarsam masih harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka yang didapat. Proses penyelidikan secara mendalam diklaim masih akan dilakukan.
“Kedua korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dan klinik. Saat ini kita masih terus melakukan penyelidikan. Untuk hasil lebih lengkapnya ditunggu dulu ya,” pungkanya. (has/fid)
Editor : Adeapryanis