radarjember.id - Sudah terbangunnya 66 unit perpustakaan desa menjadi salah satu bukti nyata yang ditunjukan Pemkab Lumajang untuk meningkatkan budaya literasi masyarakat. Sejumlah perpustakaan desa itu bahkan dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti komputer serta jaringan internet sebagai pendukung.
Masing-masing unit perpustakaan desa yang sudah terbangun bahkan mendapatkan diatribusi 1.000 judul buku untuk memperkaya referensi bacaan bagi masyarakatnya. Kemudian, keberadaan fasilitas digital juga memungkinkan masyarakat untuk terhubung dengan sumber pengetahuan yang lebih luas melalui internet.
Asisten Administrasi Sekda Lumajang Agus Widarto mengatakan, pengembangan perpustakaan desa tidak hanya sebatas menyediakan akses buku fisik. Melainkan juga untuk membuka peluang bagi masyarakat dalam mengakses informasi melalui platform digital.
"Tidak hanya berfokus pada akses fisik, tetapi juga memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan teknologi digital melalui perpustakaan desa yang terintegrasi. Ini adalah bagian dari visi kami dalam mempersiapkan masyarakat yang lebih melek literasi," ungkapnya.
Keberadaan sejumlah perpustakaan desa yang terintegrasi juga diharapkan dapat meningkatkan literasi membaca di kalangan masyarakat. Sehingga bisa sejalan dengan upaya untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan di era modern.
“Tentunya kita ingin masyarakat Lumajang, terutama di desa-desa, semakin terbiasa dengan akses informasi digital, sehingga mereka tidak tertinggal di era transformasi teknologi ini,” tambah Agus Widarto. (has/fid)
Editor : Adeapryanis