radarjember.id - Kerentanan bantuan sosial dijadikan alat kampanye mulai menjalar hingga ke Lumajang. Siapa sangka penyaluran bantuan sosial (bansos) cadangan beras pemerintah (CBP) malah diselipkan alat kampanye pilkada.
Hal itu terungkap setelah video penyaluran bansos di Desa Kaliboto Lor Kecamatan Jatiroto beredar luas. Di dalam video tampak seseorang yang mengenakan kaos hitam bergambar pasangan calon nomor urut 2, Indah-Yudha memberikan sesuatu ke warga setelah pengambilan bansos CBP.
Lalu orang tersebut juga menggerakkan tangannya dengan mengisyaratkan dua jari. Sebagai petunjuk harus mencoblos pasangan nomor urut 2. Selain itu, juga beredar foto beras bansos beras yang memiliki berat 10 kilogram diatasnya terdapat stiker pasangan calon.
“Saya tidak tahu tentang kejadian tersebut. Soal benar atau tidak, ada Panwascam dan yang terkait yang bisa menjelaskan ini,” kata calon bupati Lumajang Indah Amperawati saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dam Informasi Bawaslu Lumajang Moh. Farhan mengatakan, sehari setelah beredar video itu, pihaknya langsung mendatangi kantor pemerintahan desa setempat untuk melakukan penelusuran.
Menurutnya, selama melakukan penelusuran itu diketahui orang yang berkaos hitam bukan bagian pemerintahan desa. Rencananya, Bawaslu Lumajang juga bakal meminta sejumlah keterangan dari penerima bansos pangan beras. Sebab, informasinya tidak semua penerima mendapat stiker pasangan calon.
Baca Juga: Apa Itu Fenomena Hari Tanpa Bayangan? Cek Ini Tanggalnya Untuk Kabupaten Jember Dan Lumajang
“Sudah kami lakukan penelusuran, tetapi kami masih perlu meminta keterangan dari penerima bantuan. Karena tidak semua penerima mendapat stiker. Ya ditunggu saja, kami masih punya waktu tujuh hari sejak kami dapat laporan,” tambahnya.
Disamping itu, tim pemenangan Indah-Yudha, Agus Setiawan membantah tidak melakukan penempelan stiker pada bansos. Bahkan, dirinya juga telah menelusuri seluruh relawan dan mengklaim tidak menemukan relawan yang mengaku membagikan stiker.
“Tim Pemenangan sudah mencoba menelusuri ke semua relawan dan tidak ada yang mengaku melakukan hal tersebut. Harapan kita, siapapun yang melakukan penempelan sticker. Jangan diulangi karena hanya akan menimbulkan kericuhan apalagi kalau tujuannya hanya untuk menjatuhkan lawan,” pungkasnya (son/fid)
Editor : Adeapryanis