Menurut laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Lumajang, dari sembilan kali erupsi yang diluncurkan, sejak Rabu dini hari, ketinggian maksimal hanya mencapai 600 meter. Letusan itu dilaporkan terjadi pukul 04.40 WIB dengan abu berwarna putih hingga kelabu intensitas tebal.
Baca Juga: Joni Pemanjat Tiang Bendera Akhirnya Lolos Menjadi Calon Bintara TNI AD
Aktivitas erupsi dengan jarak luncur mencapai ketinggian 500 meter juga sebelumnya dilaporkan terjadi pada pukul 04.14 WIB.
"Terjadi erupsi setinggi 500 meter dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu intensitas tebal ke arah barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter berdurasi 119 detik," terang petugas pos pantau Gufron Alwi, Rabu.
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Rehabilitasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Yudhi Cahyono mengatakan, hingga kini tidak ada laporan dampak yang disebabkan aktivitas erupsi sejak Rabu dini hari.
Meski begitu masyarakat tetap direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara di sepanjang besuk kobokan hingga sejauh 8 kilometer dari puncak. Juga direkomendasikan untuk tidak beraktivitas di sepanjang 500 meter dari tepi sungai di sepanjang sungai Besuk Kobokan.
Baca Juga: CEK! Ini Dana Kampanye di Lumajang Mencapi Rp 100 Juta
"Yang penting masyarakat, utamanya yang bermukim di areal lereng Gunung Semeru tetap selalu waspada. Selalu update informasi dan mematuhi imbauan dari petugas pos pantau," ungkapnya. (has/fid)
Editor : Adeapryanis