KAWASAN Tukum-Yosowilangun disebu-sebut menjadi wahana wisata baru. Warganet menyebutnya dengan Wisata Jeglongan Sewu, karena memiliki banyak jalan rusak dan berlubang. Sehingga membuat pengguna jalan harus pintar-pintar mencari jalan yang bagus. Jika tidak, maka terkena jebakan jalan berlubang.
Padahal, jalan rusak dikawasan tersebut sering diperbaiki. Hanya saja, diduga perbaikannya kurang bagus. Bahkan tak sampai semingu urugkannya hilang. Tak heran, jjka banyak korban berjatuhan. “Kemari-kemarin sempat di urug sama teman-teman. Eh, tapi sudah hilang. Ingat jatuh di jalan berlubang tidak nikmat,” tulis Rudi Bubut.
Apalagi jika hujan turun, membuat lubang jalan tetutup dengan genangan air. Semakin mengkhawatirkan pengguna jaln, dan makin banyak korban berjatuhan. “Semakin dalam terturup air, barusan ada yang jatuh lagi,” tambahnya.
Warganet berharap perbaikan bisa dimaksimalkan. Tak hanya di urug jika ujung-ujungnya rusak lagi. Kesannya seperti buang-buang bahan. Apalagi urug kannya tidak bertahan lama. Sampai warganet mengisiasu untuk menambal menggunakan semen dan pasir jika penaganan lambat. “Swadaya ditambal semen aja,” komentar Heri Purnomo. (dea/fid)
Editor : Radar Digital