KALIBOTO LOR, Radar Semeru - Pencemaran Sungai Banter yang dikeluhkan masyarakat, beberapa waktu lalu, mendapat respons dari pihak Pabrik Gula (PG) Jatiroto. Indikasinya ada kebocoran limbah yang tumpah ke sungai.
Pihak PG Jatiroto menampik dugaan masyarakat bahwa limbah dibuang dengan sengaja ke sungai. "IPAL-nya (instalasi pengolahan air limbah) kan kami sudah ada. Hanya saja, barangkali ada bagian yang bocor," kata Humas PG Jatiroto Slamet Riyadi.
Menurutnya, sudah ada evaluasi dan upaya yang dilakukan dari pihak perusahaan, seperti memperbaiki kebocoran yang ada. "Selain itu, dari upaya yang dilakukan, hasilnya di sana juga sudah tidak mengeluarkan bau lagi," klaimnya.
Menurutnya, pH atau derajat keasaman pada air dipastikan sudah normal. "Sampel air sudah kami ambil, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sudah punya untuk pengujian laboratorium, pH-nya sudah delapan dan normal kembali," ujarnya.
Terkait keluhan masih adanya bau pada waktu tertentu seperti pagi dan sore hari, menurut Slamet, hal itu terjadi disebabkan adanya endapan kali yang naik ke permukaan. "Barangkali seperti itu, tapi sekarang setelah dievaluasi dan perbaikan dari kami. Kan sudah ada hasilnya," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris DLH Lumajang Agus Rohman Rozaq menyampaikan, kejadiannya sudah hampir dua minggu. Permasalahan utama terletak pada penampungan abu ketel PG. “Jadi, terdapat sistem spray air pada pabrik (PG Jatiroto) untuk mencegah abu atau asap agar tidak membuat polusi udara. Hal itu menyebabkan abu mengendap di kolam, sehingga terjadi overload,” ucapnya.
Solusi yang ditawarkan kepada pihak PG Jatiroto, kata dia, berupa arahan untuk membuat kolam tambahan. "Pemeriksaan juga sudah kami lakukan bersama perangkat desa, kondisinya sudah lumayan baik. Sampel air juga kami ambil dan masih menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium yang keluar seminggu lagi," pungkasnya. (has/c2/dwi)
Editor : Safitri