Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pemerintah Belum Mampu Tangani Kemacetan Probolinggo–Lumajang

Safitri • Senin, 7 Agustus 2023 | 19:44 WIB

 

SERING MACET: Salah satu kondisi kemacetan di perbatasan Probolinggo–Lumajang, saat akhir pekan kemarin.
SERING MACET: Salah satu kondisi kemacetan di perbatasan Probolinggo–Lumajang, saat akhir pekan kemarin.
 

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Kemacetan di perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Lumajang sudah cukup lama terjadi. Ini menjadi salah satu PR pemerintah yang belum bisa diselesaikan hingga saat ini. Baik pemerintah daerah yang memiliki kedua kawasan, provinsi Jatim, maupun pemerintah pusat.

Di kawasan ini, kemacetan jalan kerap terjadi di beberapa lokasi. Di jalan sebelum masuk pintu tol, di jalan nasional, tepatnya di Desa Malasan Kulon dan Wetan, di perbatasan Probolinggo dengan Lumajang, serta di Pasar Kaget Kecamatan Ranuyoso. Berikut di Klakah, Lumajang.

Lebih jauh, Jawa Pos Radar Jember melakukan penelusuran terhadap beberapa lokasi yang sering macet, penyebab, hingga solusi dan jalan alternatif terkait PR pemerintah terhadap kemacetan itu (baca grafis). Ini agar orang yang akan masuk dan keluar Kabupaten Jember atau sebaliknya tidak terjebak macet dan menghabiskan waktu lama di jalanan.

Data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Jember, setidaknya ada empat faktor penyebab macet. Di antaranya perlintasan kereta api, kendaraan besar yang melaju lamban, dan adanya sejumlah kendaraan besar tak layak jalan. Selain itu, ada pasar kaget di Ranuyoso, pengendara yang saling berebut jalan, dan sebagainya.

Selain itu, perlintasan kereta api di perbatasan Lumajang–Probolinggo dan Perlintasan Rel Kereta Api kawasan Malasan Probolinggo juga menjadi salah satu titik macet ketika menuju Tol Probolinggo. Ditambah lagi, saat momen akhir pekan atau hari besar, volume kendaraan meningkat. Hal yang cukup parah, banyaknya pengendara yang saling berebut jalan, semakin menambah kemacetan.

Nah, di sisi lain, ada hal yang perlu dicermati oleh pemerintah. Yaitu, meskipun ada ruas jalan yang diperlebar, namun di lokasi yang macet kondisi jalannya masih tergolong sempit. Untuk itu, pembangunan infrastruktur menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan oleh pemerintah.

Sementara itu, guna menghindari kemacetan di jalan itu, ada beberapa jalur alternatif yang bisa ditempuh oleh pengendara ketika terjadi kemacetan. Di antaranya di area Ranuyoso menuju Leces, dapat ditempuh dengan waktu 46 menit. Selain itu, pengendara juga bisa melewati Randuagung menuju arah Jatiroto atau Sumberbaru. Alternatif lain yang dapat digunakan adalah melalui Jalur Arak-Arak, Bondowoso.

Namun, untuk jalur Arak-Arak, diperlukan waktu selama tiga jam lebih. Waktu tersebut memang lebih lama jika dibandingkan dengan Jalur Lumajang–Probolinggo. Sebab, waktu yang dibutuhkan hanya 2 jam lebih, jika dalam kondisi lalu lintas normal. Berbeda jika sedang terjadi kemacetan, waktu yang dibutuhkan bisa mencapai 4 jam lebih.

Salah satu solusi untuk menanggulangi kemacetan yang sering terjadi adalah melakukan pelebaran jalan di kantong kemacetan. Selain itu, pedagang dan sopir nakal juga perlu ditertibkan. Sebab, kendaraan besar yang ngeblong atau rebutan jalur bisa menjadi pemicu tersendatnya arus lalu lintas. (c2/nur)

Editor : Safitri
#probolinggo #macet #Lumajang