LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Destinasi wisata di Lumajang ada berbagai macam pilihan dengan daya tariknya masing-masing.
Salah satunya Air Terjun Kapas Biru, yang bisa menjadi salah satu pilihan tepat untuk dikunjungi.
Jatuhnya air dari tebing yang pecah membuatnya tampak seperti kapas lembut. Sematan itu mendeskripsikan nuansa indah dari tempat wisata yang terletak di Pronojiwo, Kecamatan Pronojiwo ini.
Baca Juga: Menuju Air Terjun Kapas Biru Lumajang Sepanjang Perjalanan Ditemani Sungai
Jatuhnya air yang terpecah menjadi bagian kecil memberikan pemandangan seperti kapas. Warnanya yang bening bersih bercampur pecahan embun yang dihasilkan memberikan warna biru dari sisi dasar air terjun semakin keluar.
Pemandangannya semakin tampak elok saat terpadukan dengan sinar matahari yang masuk melalui celah tebing menghasilkan fenomena indah seperti pelangi.
"Serangkaian fenomena yang terpancar saat ditemukan, menghasilkan nama dan julukannya yang dikenal saat ini," kata pengelola wisata di lokasi itu, Bagus Dimas.
Dia juga mengatakan, pemandangan indah dari air terjun yang paling puncak dan memukau terjadi sekitar pukul 09.00 sampai 10.00 pagi.
Selain itu, pelangi yang dihasilkan dari fenomena pecahan air dan perpaduan sinar matahari juga akan jauh lebih indah. "Kapan saja waktunya tetap indah, hanya saja tentu keindahan puncaknya berbeda," paparnya.
Keasriannya yang masih terjaga, dengan jernihnya air yang diketahui berhulu dari sungai di kaki Gunung Semeru membuatnya menjadi tempat yang sangat cocok sebagai tujuan liburan.
Mahakarya sang pencipta dengan mengalirkan air dari dua sisi tebing yang menjulang tinggi itu sangat memanjakan mata saat tiba di lokasinya.
Nuansa alami yang menyegarkan membuatnya menjadi tujuan hampir semua kalangan, tidak hanya pengunjung dari luar kota bahkan turis dari berbagai negara juga kerap kali berkunjung.
"Kesegaran air terjun juga banyak menarik wisatawan asing, karena keindahan dan kesegaran kapas biru pasti bikin penasaran," pungkas Bagus. (mg1/mau)
FOTO-FOTO: HASBY/RADAR SEMERU
Editor : Maulana Ijal