LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Lumajang sedang berlangsung. Terutama bagi siswa berkebutuhan khusus (SLB), jangka waktunya bisa sampai 4 hari.
Sebab, perlu banyak waktu dan adaptasi baru. Asyiknya MPLS bagi siswa tersebut dilakukan dengan menaiki kereta kelinci sekaligus memperingati Tahun Baru Islam.
Dalam MPLS pada umumnya siswa dikenalkan dengan lingkungan sekolahnya, baik pengenalan ruang kelas, guru, maupun fasilitas yang ada. Namun, berbeda dengan siswa berkebutuhan khusus.
Mereka memulai MPLS dengan menaiki kereta kelinci, mengelilingi kawasan kota Lumajang. Dengan menggunakan baju muslim serba putih. Sebab, pengenalan lingkungan sekolah bertepatan dengan Tahun Baru Islam.
Mereka begitu antusias mengikutinya. Sebab, kegiatan itu tidak hanya dilakukan di dalam ruangan, tapi juga di luar kelas.
“Seru bisa belajar bersama teman baru. Apalagi kita bisa keliling Lumajang sama teman-teman,” tutur Aldo, siswa SLB Lumajang.
Anita, salah satu pendidik SLB Bhakti Wanita, mengaku bahwa MPLS dilakukan dengan banyak cara dan cukup lama waktunya.
Seperti dengan melibatkan wali murid, kakak kelas, hingga Gubernur Jawa Timur. Tujuannya agar mereka lebih semangat dalam belajar.
“Harapannya mereka bisa tetap semangat belajar di tengah keterbatasan. Keterlibatan banyak orang menjadi support system tersendiri,” pungkasnya. (dea/c2/fid)
Editor : Radar Digital