SUMBERWULUH, Radar Semeru – Listrik menjadi hal penting yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Dampak dari bencana lahar dingin Gunung Semeru membuat arus listrik Dusun Kebondeli Selatan terputus. Ratusan warga yang masih bertahan di lokasi mengalami pemadaman listrik.
Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, terlihat banyak kabel yang terputus di sepanjang lokasi. Diketahui Dusun Kebondeli Selatan yang belum terjangkau jaringan perusahaan listrik negara (PLN) membeli kabel sendiri untuk mengalirkan listrik dengan cara menumpang. Namun, justru terdampak bencana dan membuat kabel terputus.
Tercatat, sebanyak dua RT yang terkena imbas arus listrik yang putus. Perinciannya, RT 05 Jobong dengan 38 KK, 127 jiwa masih bertahan dilokasi. Selanjutnya, RT 04 Kajang Kosong dengan 29 KK 100 jiwa yang masih satu dusun dengan Kebondeli Selatan.
Putusnya arus listrik membuat dusun tersebut tak ada penerangan. Meski memiliki genset, cara itu tidak mencukupi kebutuhan warga sepenuhnya, khususnya RT 05. Dikatakan bahwa mesin yang digunakan didapat dengan meminjam milik musala dan hanya ada satu unit. “Itu pun tidak mencukupi untuk kebutuhan lampu,” ucap Ketua RT Jobong, Sulton.
Borosnya bahan bakar yang terpakai saat menggunakan genset menjadi alasannya. Ukuran mesin yang besar membutuhkan lebih banyak konsumsi bahan bakar. Sulton menjelaskan, tujuh liter bensin hanya bisa bertahan sekitar dua jam. “Selain terkendalanya akses jalan untuk mengangkut bahan bakar, terbatasnya dana menjadi sebab lain,” ujarnya.
Meski sudah ada bantuan bahan bakar yang masuk, masih tidak dapat mencukupi sepenuhnya. Mengingat masih tidak diketahui kapan kondisi akan normal kembali. Saat ini warga hanya bisa menunggu bantuan lain yang datang. “Bahan bakar menjadi bantuan yang paling dibutuhkan selain logistik saat ini,” pungkasnya. (mg1/c2/fid)
Editor : Safitri