JOGJAKARTA, RADARJEMBER.ID - Selama ini potongan paralon alias pipa bekas sering kali di onggokan di tempat sampah, hal itu kemudian memunculkan inspirasi Jefri Baharudi Sutawijaya memanfaatkan parolon bekas menjadi barang bernilai ekonomis.
Dari situlah kreatifitas Jefri muncul dan terbesit gagasan untik membuat senapan atau paser berbahan paralon. Seperti apa?. Jefri menceritakan, kreatifitas tersebut berawal saat ia bekerja sebagai tukang bangunan.
Lelaki itu lalu mengumpulkan dan memanfaatkan limbah paralon tersebut menjadi alat atau barang berguna. "Pertama dulu banyak paralon yang saya bikin untuk kandang merpati. Lambat laun banyak limbah paralon kecil akhirnya saya buat senapan paser ini.”papar Jefri.
Pria akrab dipanggil Pono itu lantas memilih limbah paralon untuk dijadikan bahan adalah sebagai wujud kepedulian diri kepada lingkungan. Pria tersebut lantas menjelaskan, pipa tak terpakai itu ia dapat dari proyek bangunan.
Jefri sendiri tinggal di Glaggah, Kelurahan Umbulharjo, Kecamatan Warungboto, Jogja Tak hanya itu saja ia juga mendapatkan bahan berasal dari rosok-rosok dan sudah tidak terpakai. "Bahannya pasti bahan legal dan apa adanya yang benar-benar sisa.”imbuh dia.
Untuk paser atau senapan paralon dihasilkan, barangnya selalu murni dan tidak pernah menggunakan cat. Sebab menurutnya kalau menggunakan cat itu akan menciptakan limbah baru.
Dia mengaku, bahwa produk paser atau senapan paralonnya banyak peminatnya.
Seperti buat menembak ikan, cicak, tokek, dan tikus. Kesibukan Jabrik untuk membuat paser paralon tersebut sudah dilakoninya sejak satu tahun lalu. Dan sampai sekarang dirinya sudah banyak memiliki pelanggan.
"Tapi kan para pelanggan sering saya suruh sabar. Karenakan saya tidak mau menggunakan barang baru. Kalau saya baru dapat limbah, nah pesanan itu baru saya garap. Sebab kalau saya beli barang baru itu saya menciptakan libah baru juga," tegas Jefri.
Jefri memanfatkan media sosial un tuk menjual replika senapan itu. Seperti Facebook dan WhatsApp. Dan untuk kisaran harga, Jabrik mematok harga Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu.Tak ayal, respon warganet tidak sedikit untuk memiliki replika senapan itu.
"Tapi kalau orang tersebut mempunyai KMS itu bisa dapat kortingan menjadi 50 ribu. Dan kadang ketika ada orang yang pengen dan tidak punya uang saya rela hanya dibayar dengan doa saja. Sebab niat saya sudah Lillahitaalla buat menggurangi limbah.”tukas Jefri..
Ia berpesan kepada msemua orang agar bisa menjaga bumi dan alam. Dan tak hanya itu saja, ia juga berharap agar tidak selalu mengotori lingkungan. "Sebab masih banyak limbah bisa kita manfaatkan dan digunakan.”pungkas Jefri.(*)
Editor:Winardyasto HariKirono
Foto:Rizky Wahyu/Jawa Pos Radar Jogja
Sumber Berita:Jawa Pos Radar Jogja
Editor : Safitri