WONOREJO, Radar Semeru - Jumlah penduduk miskin di Lumajang memang mengalami penurunan lumayan signifikan. Setidaknya sejak tahun 2021 menuju tahun 2022 berkurang sebanyak 10.210 orang.
Namun, berbeda dengan angka pengangguran terbuka, di rentang waktu yang sama tersebut justru naik 9.719 orang.
Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, tahun 2021 jumlah penduduk miskin mencapai 105.250 jiwa. Sedangkan tahun 2022, jumlahnya menurun jadi 95.040 jiwa.
Berbanding terbalik dengan angka pengangguran terbuka. Pada tahun 2021 berjumlah 19.439 orang, tahun 2022 menjadi 29.158 orang.
Wakil Ketua I DPRD Lumajang H. Bukasan mengatakan, kemiskinan biasanya menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah dalam bekerja.
Menurutnya, langkah Pemkab Lumajang menekan jumlah kemiskinan memang sudah terbukti. Namun, pihaknya heran dengan jumlah angka pengangguran terbuka yang meningkat.
"Ini pertumbuhan ekonomi Lumajang tahun 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,43 persen. Seharusnya, angka pengangguran juga menurun. Tetapi ini aneh, kok bisa malah meningkat.
Harapannya ini segera dilakukan evaluasi. Karena ini bicara soal angka. Ini bicara soal kepercayaan publik ke pemerintah," katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, terkait perbedaan data angka jumlah penurunan dengan angka pengangguran masih dilakukan evaluasi.
Menurutnya, anomali data tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh beberapa variabel lain. Hal itu masih dilakukan kajian lebih mendalam.
"Terkait dengan adanya anomali data angka pertumbuhan ekonomi yang tidak berbanding lurus dengan angka pengangguran terbuka dan penurunan angka kemiskinan perlu dilakukan evaluasi dan kajian lebih lanjut.
Sehingga dapat ditemukan variabel-variabel yang memengaruhi. Selanjutnya, ditentukan langkah-langkah penanganan yang tepat untuk mengatasinya," pungkasnya. (son/c2/fid)
Editor : Safitri