BACA JUGA : Solusi Investasi Jangka Panjang, Antrean User Clarysa Tembus 20 Orang
Sebelum mengalami kenaikan, harga timun hanya Rp 2.000 sampai Rp 3.000 per kilogram. Saat ini harga timun eceran di pedagang mulai dari 9.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Untuk harga per saknya saat ini paling mahal Rp 300.000, dan paling murah Rp 230.000. Sedangkan harga dari petani langsung sebesar Rp 8.000.
Pedagang timun di Pasar Baru, Sampurno, menjelaskan, kelangkaan tersebut bukan tanpa sebab. Melainkan karena banyaknya timun yang dijual ke luar daerah seperti Jakarta. Sejauh ini, tidak diketahui penyebab lain dari melonjaknya harga timun. "Perubahan musim juga bukan penyebab dari kelangkaan sayur timun," paparnya.
Selain kelangkaan, harga yang naik signifikan membuat pedagang timun berkurang di Pasar Baru saat ini. Jumlah pembelinya pun mengalami penurunan. Pedagang itu juga mengatakan, harga jual yang tinggi tidak hanya dari pengepul. Petani yang baru melakukan panen pun mematok harga tinggi, hampir menyamai harga di pengepul.
Pedagang timun eceran di Pasar Baru Lumajang saat ini jumlahnya bisa dihitung jari. Sampurno mengatakan, dari jumlah yang dia ketahui, saat ini hanya tersisa lima sampai tujuh pedagang timun. “Pengepulnya pun sekarang banyak yang menjual ke luar daerah. Ke Jakarta,” jelasnya.
Kelangkaan itu juga membuat kualitas timun yang tersedia di pedagang tidak terlalu baik. Kebanyakan timun dengan kualitas super tentunya sudah dijual ke luar daerah. Harga yang tinggi dengan kualitas yang tidak terlalu baik membuat peminatnya mengalami penurunan daripada saat harganya murah dan normal dulu. (mg1/c2/fid) Editor : Safitri