BACA JUGA : Keturunan Jember, Pemain Berdarah Belanda-Indonesia Kini Siap Bela Timnas
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang Abdul Rofiq mengatakan, sesuai keputusan pusat, ada perubahan bipih. Meski demikian, pemerintah telah memberikan waktu untuk pelunasan. Bahkan diperpanjang hingga beberapa kali.
"Setelah menerima data kuota, kami langsung sampaikan ke masyarakat. Termasuk pelunasan bipih. Akan tetapi, ada calon jamaah yang tidak bisa melunasinya. Baik belum ada dananya atau karena ada faktor lain. Sehingga mereka tidak berangkat tahun ini," katanya.
Meski demikian, nama mereka tetap masuk dalam antrean pemberangkatan tahun depan. Artinya, mereka tidak perlu khawatir kuota hajinya hilang. Sebab, mereka tetap akan terpanggil. Tentunya, itu juga akan disesuaikan dengan aturan pemberangkatan terbaru. "Yang tidak bisa berangkat, bisa menginformasikan alasannya. Jadi, kami bisa melaporkan ke provinsi," tambahnya.
Rofik menyebut, kuota haji di Lumajang tahun ini naik. Awalnya kuota CJH sebanyak 789 orang. Namun, setelah ada tambahan, kuota naik menjadi 805 CJH. Pihaknya memastikan, seluruh CJH ini siap berangkat. "Tahun ini, terkonfirmasi 805 calon jamaah akan diberangkatkan dari Lumajang pada 10 Juni mendatang," terangnya.
Kemenag Lumajang, lanjutnya, sudah menyelenggarakan manasik haji tingkat kabupaten, sekitar dua pekan lalu. Selanjutnya, mereka akan mengikuti manasik haji tingkat kecamatan.
"Ada juga calon jamaah yang sudah lunas tetapi mundur. Ada yang sakit, ada juga yang berangkat tanpa mahram. Jadi, memilih untuk menundanya di tahun depan," pungkasnya. (kin/c2/fid)
Editor : Safitri