Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 08.00. Saat itu, seorang tetangga melihat kepulan asap di atas atap rumah Paiman, 60, suami korban. Bertepatan dengan itu, ternyata Paiman tidak ada di rumahnya. Ia sedang bekerja di kebun.
BACA JUGA: Diduga Terpeleset, Turis Malaysia Meninggal di Wisata Tumpak Sewu Lumajang
Melihat kepulan asap semakin banyak disertai api, tetangga meminta tolong ke yang lain. Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, api cepat merembet dan membesar. Api menghanguskan rumah tersebut.
Meski demikian, warga dibantu Babinsa dan perangkat desa memadamkan sisa api yang masih menyala. Tak hanya itu, selama proses pemadaman, warga juga berusaha mencari Katinah. Akan tetapi, selama pencarian Katinah tidak ditemukan.
Nahas, setelah api benar-benar padam, Katinah ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi mengenaskan di kamar tidurnya.
“Saat kejadian tidak ada orang. Suami sedang ke kebun. Anaknya atas nama Safari sedang ke Puskesmas Tempursari. Sementara almarhumah Katinah sedang sakit struk dan istirahat di kamar,” ungkap Peni Tumitah, Kepala Desa Kaliuling, kemarin.
Kondisi itu membuat korban kesulitan untuk jalan dengan normal. Lebih lanjut, pertolongan maupun penyelamatan itu tidak bisa segera dilakukan. Sebab, rumah yang ditinggalinya jauh dari tetangga.
Peni menjelaskan, dugaan sementara kebakaran ini disebabkan korsleting listrik. Cukup banyaknya benda yang mudah terbakar membuat api cepat membesar hingga membakar rumah berukuran 6x15 meter tersebut. Akibat kejadian ini, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 50 juta. (*)
Reporter: Muhammad Sidkin Ali
Editor : Mahrus Sholih Editor : Radar Digital