BACA JUGA : Hari Kesadaran Nasional Menuju Indonesia Berdaulat
Hal itu berdampak pada volume material lahar yang cukup banyak. Itu juga mengubah arah aliran air di daerah aliran sungai (DAS) dari hulu Gunung Semeru. Seperti di aliran Kali Regoyo, Desa Sumberwuluh, dan aliran Sungai Leprak, Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro.
Kemarin, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas melakukan upaya penanganan. Aliran sungai yang berada di bawah wewenang BBWS itu dilakukan perubahan arah aliran. Yakni berupa pembukaan jalur aliran air di Sumberlangsep.
Kepala Dusun Sumberlangsep Ali Murtopo mengatakan, salah satu alasan pembukaan jalur itu adalah aliran air yang mengarah ke perkampungan di dusunnya. Ini terbukti dengan banjir lahar beberapa hari terakhir yang meluber hingga masuk perkampungan. “Alirannya sudah berubah. Jadi, tidak di tengah sungai. Tetapi, di bagian tepi sungai dan itu dekat dengan rumah warga,” katanya.
Menurutnya, pembukaan jalur itu bisa menjadi salah satu alternatif solusi. Sebab, material banjir membuat Sungai Leprak penuh. Baik pasir, lumpur, maupun bebatuan besar. Akibatnya aliran di tengah tertutup material. “Sudah ditangani petugas BBWS dengan menerjunkan tiga alat berat untuk membuka jalur ini,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu petugas BBWS Brantas, Agus, menerangkan, pembuatan jalur itu merupakan respons yang dilakukan untuk mencegah luberan banjir kembali terjadi. Sebab, selain halaman warga terkena material banjir, masjid dan rumah pun terdampak.
“Hari ini (kemarin, Red) ada pengerjaan pembuatan alur di bawah jembatan Sumberlangsep, supaya aliran air tidak mengalir ke Sumberlangsep. Buka jalur di tengah atau mengembalikan ke aliran awal,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri