BACA JUGA : Geliat UMKM di Desa Balung Tutul, Berdayakan Warganya agar Kreatif
Media sosial saat ini diramaikan dengan pernikahan di KUA. Tak jarang kaum milenial mengambil pilihan tersebut untuk melanjutkan hubungan ke jenjang yang lebih serius. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan milenial zaman sekarang. Salah satunya meminimalisasi pembengkakan biaya.
Menurut Rio Fambiora, pengantin asal Lumajang, tren tersebut juga dinilai baik. Apalagi banyak anak muda yang merasa tidak terbebani oleh pengeluaran yang besar. Dia menambahkan, uang yang dikeluarkan untuk pesta pernikahan bisa dialokasikan sebagai investasi ke depan. “Fenomena sekarang ini sangat bagus. Sebab, generasi muda lebih melek keuangan, praktis, dan tidak gengsi,” tuturnya.
Selain itu, berdasarkan data dari Kementerian Agama Lumajang hingga tahun 2022 jumlah pengantin yang menikah di KUA masih sedikit. sekitar 21,85 persen. Berbeda jauh dengan mereka yang memilih menikah di luar kantor, yaitu 78,14 persen.
Namun, adanya tren seperti itu diharapkan mampu membawa dampak positif. “Teman-teman di KUA kan melayani, sehingga tergantung dari permintaan calon pengantin. Bisa di kantor maupun luar kantor,” pungkas Kasi Binmas Kemenag Lumajang Sudihartono. (dea/c2/fid)
Editor : Safitri