Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diduga Cemburu, Dua Tetangga Terlibat Carok

Safitri • Senin, 30 Januari 2023 | 21:02 WIB
Ilustrasi pemukulan
Ilustrasi pemukulan
TEGALRANDU, Radar Semeru – Duel berdarah kembali terjadi di Kecamatan Klakah, Sabtu pagi (28/1). Duel antartetangga itu terjadi di Dusun Gunung Jatian, Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah. Peristiwa berdarah itu melibatkan Tohan dan Bunawi. Keduanya merupakan warga setempat yang bertetangga jauh.

BACA JUGA : Perlu Buka Wawasan Rawat Bayi Baru Lahir

Paman Bunawi, Senan, mengungkapkan, kejadian itu bermula saat Tohan datang ke rumah keponakannya. Tohan menantang Bunawi untuk carok di luar rumah dengan senjata tajam jenis celurit. Bunawi, lanjutnya, menerima tantangan itu. Kemudian, keluar rumah dengan membawa celurit. Duel carok pun tak terhindarkan.

Kepala Desa Tegalrandu Sadi mengatakan, penyebab aksi berdarah itu diduga perasaan cemburu Tohan terhadap Bunawi. “Tohan cemburu ke Bunawi masalah pesan singkat atau SMS,” katanya. Carok dua tetangga itu pun terjadi di depan rumah Bunawi.

Peristiwa itu disaksikan langsung oleh istri Bunawi. Bahkan, Senan juga melihat. Namun, karena keduanya duel dengan celurit, mereka tidak bisa melerai.

Pertikaian satu lawan satu itu terjadi beberapa menit. Meskipun jatuh dan celuritnya terlepas, duel tetap dilanjutkan. “Masih tetap (dilanjut, Red) berantem. Padahal tidak pegang celurit. Badan keduanya juga penuh luka,” terangnya.

Kapolres Lumajang AKBP Boy Jeckson Situmorang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis yang datang juga telah melakukan olah TKP penganiayaan dengan kekerasan itu.

Sementara ini, pihaknya belum bisa memastikan motif kejadian itu. Namun, Boy menegaskan, pemeriksaan terhadap kedua warga itu akan dilakukan setelah kondisi keduanya membaik. “Motif sedang selidiki. Apakah motif asmara, perselingkuhan, atau apa. Akan kami cek. Kondisi keduanya masih dalam proses perawatan di rumah sakit. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu yang fatal,” jelasnya.

Selain mendatangi TKP, pihaknya juga bakal melakukan sejumlah langkah mitigasi. Hal itu untuk mencegah aksi lanjutan semakin meluas. Oleh sebab itu, pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun kedua keluarga agar menjaga kondusivitas. “Setelah ini kami akan patroli skala besar. Harapannya masyarakat sekitar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Karena kasus ini sudah ditangani Satreskrim Polres Lumajang,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang