BACA JUGA : Peluang Kerja Difabel Belum Ideal
Pembangunan pustu ini sebenarnya sudah lama. Namun, baru diresmikan dua hari lalu. Harapannya, fasilitas kesehatan itu menjadi rujukan pertama bagi warga BSD maupun Desa Sumbermujur berkaitan dengan kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Lumajang dr Bayu Wibowo mengatakan, bangunan itu merupakan bantuan dari pihak swasta. Begitu juga dengan sarana dan prasarana pendukung, seperti alat, kendaraan, dan lainnya. Mulai dari organisasi, komunitas, hingga perkumpulan alumni perguruan tinggi.
“Kami sangat terbantu dengan adanya fasilitas ini. Dinkes sudah menyiapkan tenaga kesehatannya. Ada perawat dan bidan dari Puskesmas Penanggal yang akan bertugas melayani masyarakat. Sementara, nanti juga akan ada jadwal kunjungan dokter di pustu,” katanya.
Bayu menjelaskan, nakes bakal menjalankan tugas sesuai kompetensi yang dimiliki. Sesuai namanya, mereka akan melayani masyarakat sebagai rujukan kesehatan pertama. Jika perlu penanganan lebih lanjut, pihaknya bakal merujuk ke Puskesmas Penanggal maupun rumah sakit. “Pelayanannya tetap sama seperti pustu atau polindes lainnya,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Lumajang Agus Triyono menilai, pustu ini menjadi fasilitas yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sebab, diprediksi akan ada enam ribu jiwa yang bermukim di kawasan BSD. Tentu faskes itu harus memadai.
Agus menjelaskan, pustu memiliki peran sentral dan vital. Sebab, kehadiran pustu untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. “Wewenang puskesmas termasuk pustu adalah menyelenggarakan pelayanan kesehatan dasar dengan mengutamakan tindakan promotif, preventif, serta kuratif,” jelasnya.
Oleh sebab itu, dia berharap fasilitas itu menjadi bagian tanggung jawab bersama. Tidak sekadar dibangun dan digunakan. Melainkan juga dijaga dan dirawat. “Agar tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan dengan baik,” harapnya. (kin/c2/fid)
Editor : Safitri