Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

STAI Miftahul Ulum Berikan Beasiswa Kuliah ke Mesir

Safitri • Senin, 23 Januari 2023 | 21:25 WIB
BERPRESTASI: Wisudawan berprestasi STAI Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, berfoto bersama Bupati Lumajang, Ketua STAI, serta Ketua dan Pembina Yayasan Miftahul Ulum.
BERPRESTASI: Wisudawan berprestasi STAI Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, berfoto bersama Bupati Lumajang, Ketua STAI, serta Ketua dan Pembina Yayasan Miftahul Ulum.
BANYUPUTIH KIDUL, Radar Semeru – Setiap tahun, jumlah lulusan perguruan tinggi terus bertambah. Tentu, tantangan ke depannya juga semakin banyak. Oleh sebab itu, selama menempuh pendidikan, kampus harus mampu menyiapkan alumninya menjadi problem solver atau penyelesai masalah.

BACA JUGA : Runtuhnya Bangunan Moral Justice Collaborator

Hal itu menjadi semangat Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Miftahul Ulum, Banyuputih Kidul, Kecamatan Jatiroto, untuk terus berinovasi. Setelah sembilan tahun berjalan, kampus yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Miftahul Ulum itu resmi berganti. Kini namanya menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Miftahul Ulum.

Ketua STAI Miftahul Ulum Muhammad Hisan mengatakan, setelah menggelar rapat senat terbuka keempat, Sabtu (21/1) lalu, pihaknya bakal fokus pada peningkatan bidang penelitian dan pengabdian. Agar para alumni lebih siap saat kembali ke masyarakat.

“Hasil gagasan mereka menjadi rujukan pemenintah dan pemangku kebijakan sebagai salah satu pertimbangan akademik. Karena tingkat pengangguran terbuka beberapa tahun ini meningkat, maka harus mencari solusi bersama. Terutama kami, perguruan tinggi di bawah naungan pesantren,” katanya.

Menurutnya, alumnus kampus di bawah naungan pesantren bisa menjadi pembeda. Sebab, tidak hanya menguasai ilmu pendidikan, tetapi juga memiliki akar religius yang kuat dan pengembangan yang aplikatif sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau STIS hanya satu rumpun keilmuan syariah atau hukum saja. Tetapi, setelah menjadi STAI, nanti akan ada tiga rumpun. Yakni syariah atau hukum, pendidikan, dan ushuluddin. Ini jadi tantangan baru. Karena ke depan permasalahan yang menyangkut keagamaan juga lebih kompleks,” terangnya.

Hisan menambahkan, selain menyiapkan alumnus yang siap ke masyarakat, pihaknya juga menyediakan beasiswa bagi wisudawan berprestasi. Bersama Yayasan Miftahul Ulum, pihaknya memberikan beasiswa S-2 ke Mesir untuk wisudawan terbaik kategori tahfizul Quran 30 juz.

Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq berharap para alumnus bisa terus mengabdi kepada masyarakat. Apalagi gagasan beragam itu dapat dituangkan menjadi penyelesai masalah. “Nilainya banyak yang cum laude. Proses ini tidak mudah. Gagasan pikiran ini harus kompatibel dengan dinamika studi Islam. Karena persoalan saat ini sangat nyata,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang