Dilarang Bawa Lato-lato ke Sekolah

Safitri • Dipublikasikan Kamis, 12 Januari 2023 | 21:37 WIB
Photo
Photo
TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Saat ini memang kembali viral mainan lato-lato. Jenis permainan kuno ini kembali digandrungi. Namun, jika tidak hati-hati memainkannya bisa mengakibatkan cedera. Tak heran jika pihak sekolah melarang siswa untuk membawa permainan tersebut ke sekolah.

BACA JUGA : Belum Aktivasi Rekening, Dana PIP Rp 1 M Berpotensi Kembali ke Kas Negara

Beberapa sekolah di Lumajang melarang penggunaan permainan lato-lato saat di sekolah. Utamanya mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Jenis permainan menggunakan alat berbahan keras dikhawatirkan mengganggu keselamatan siswa lainnya.

Apalagi digunakan oleh mereka yang masih di bawah umur. Ketidakstabilan emosi bisa membuat mereka melakukan hal di luar nalar yang bisa berakibat fatal.

Mengantisipasi hal itu, pihak sekolah tidak mengizinkan membawa lato-lato. Itu berlaku sejak permainan tersebut mulai viral di Lumajang. Bahkan pedagang lato-lato tidak diperkenankan untuk membuka lapak di depan sekolah.

“Dari awal musim lato-lato kita memang melarang siswa membawa mainan itu. Semua demi keselamatan siswa. Apalagi anak-anak masih di bawah umur. Tidak bisa kontrol emosi,” tutur Yuni, Kepala Sekolah Dasar Islam Lumajang.

Dia menambahkan, waktu di sekolah memang digunakan untuk belajar. Apalagi jam istirahat yang berbeda membuat siswa lainnya merasa terganggu jika mendengar suara tersebut. Beruntung, orang tua merespons baik aturan itu. “Kalau di sekolah waktunya untuk belajar. Kalaupun mereka ingin bermain lato-lato, kami persilakan asal setelah sekolah,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri
lato-lato Lumajang