Imbas PMK Kualitas Susu Belum Membaik

Safitri • Dipublikasikan Rabu, 12 Oktober 2022 | 19:56 WIB
Photo
Photo
SENDURO, Radar Semeru – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Lumajang memang melandai. Namun, bukan berarti wabah itu tidak ada. Hingga saat ini masih ditemukan sapi yang terpapar. Oleh karena itu, pemkab terus menggencarkan vaksinasi untuk ternak, khususnya sapi.

BACA JUGA : Petanque Selesaikan Seleksi Atlet Popda Jember

Secara kontinu, ribuan sapi perah memang sudah mendapatkan vaksinasi. Salah satunya di Desa Kandangtepus, Kecamatan Senduro. Meski demikian, hal itu belum membuat peternak lega. Sebab, imbas PMK sangat dirasakan peternak.

“Imbasnya yang paling terlihat pada produksi susunya. Karena biasanya satu ekor sapi bisa menghasilkan sepuluh liter. Tetapi, sejak PMK, rata-rata satu ekor itu hanya lima liter,” ungkap Salim, salah satu peternak susu perah Senduro.

Lelaki yang memiliki sapi lebih dari 30 ekor itu mengaku tidak semua sapinya bisa diperah. Sebab, sebagian besar terdampak dan masih proses penyembuhan PMK. Hanya 14 ekor yang bisa diperah.

Praktis, kondisi itu menyebabkannya harus berjibaku. Sebab, sejak PMK, sehari paling banyak menghasilkan 115 liter. Jika kondisi tersebut bertahan dalam waktu lama, dia bakal rugi besar. “Bisa-bisa peternak sapi perah seperti kami ini buntung,” katanya.

Alasannya, harga pakan dan vitamin untuk sapi tidak murah. Terlebih, penyesuaian harga BBM juga menyebabkan harganya membengkak. “Konsentrat, ampas, dan lainnya naik. Pakan hijauan kalau tidak cukup dari ladang, ya harus beli,” tambahnya.

Belum lagi kualitas susu yang belum membaik. Karena itu, harganya juga belum stabil. Kini, satu liter susu segar dari peternak dihargai Rp 6.200. Menurutnya, harga itu terlalu murah. Sebab, di luar Lumajang, harganya stabil di atas Rp 7 ribu.

Memang, para peternak tidak bisa memaksakan harga itu naik. Satu-satunya cara adalah meningkatkan kualitas dan produktivitas susu. Sebab, jika keduanya baik, maka operasional sehari-hari akan tercukupi.

“Koperasi punya standar harga susu. Disesuaikan dengan grade-nya. Tetapi, sebenarnya bagi kami, kalau harga Rp 6.200 itu nutut untuk operasional, dengan catatan semua sapi tidak terdampak PMK dan bisa diperah,” pungkasnya. (kin/c2/fid) Editor : Safitri
Sapi susu Lumajang