BACA JUGA : Belum Semua Sekolah Terapkan Merdeka Belajar
Sebagai minuman berkhasiat yang sudah ada sejak lama, jamu dipercaya mampu menyehatkan tubuh. Meski pada umumnya jamu berasal dari campuran bahan-bahan herbal seperti jahe, kunyit, kencur, dan masih banyak lainnya.
Berbagai jenis jamu sebaiknya tidak dikonsumsi terlebih dahulu selama masa kehamilan. Sebab, kandungan di dalamnya bisa membahayakan janin.
Namun, beberapa orang terdahulu ada yang menduga jika manfaatnya sangat baik untuk tumbuh kembang janin. Seperti Punimen, warga Desa Gasri, Pasrujambe, yang sempat hidup di zaman kuno, mengaku jika bayi bisa terlahir bersih dengan banyak mengonsumsi jamu. “Kalau orang dulu waktu hamil harus minum jamu. Dari awal hamil sampai setelah melahirkan. Biar nanti bayinya saat keluar bisa bersih,” ucapnya.
Sampai saat ini masih ada beberapa dari mereka yang percaya dengan ramuan tersebut. Mereka enggan meninggalkan kebiasaan itu karena sudah menjadi kepercayaan. Menurut Ivvo, salah satu bidan, masa kehamilan harus diperhatikan betul.
Apalagi beberapa ramuan herbal tidak dikonsumsi selama kehamilan. Sebab, kandungan di dalamnya bisa berdampak pada janin. “Selama hamil tidak dianjurkan minum jamu. Karena kandungannya bisa membuat air ketuban keruh dan berbahaya pada janin. Baiknya konsumsi air putih saja,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri