BACA JUGA : Memperbaiki Tata Kelola Pembangunan Infrastruktur Desa
Akhir-akhir ini harga daging ayam di beberapa pasar kawasan Lumajang terpantau masih normal. Harganya kisaran Rp 28 hingga Rp 30 ribu. Namun, diperkirakan menjelang Maulid, harganya tembus sampai Rp 32 ribu.
Kenaikannya hanya Rp 2 ribu. Memang momen seperti ini sudah menjadi hal yang wajar. “Kalau pengalaman tahun kemarin naiknya cuma dua ribu aja. Beda sama kenaikan harga daging ayam kalau Idul Fitri, sampai-sampai hampir Rp 40 ribu per kilogram,” ucap Sri Astutik, penjual daging ayam.
Kondisi itu membuat pedagang harus menambah stok daging ayam. Sebab, penjualannya pasti meningkat tajam. Jika hari-hari biasanya hanya 20 kilogram, menjelang Maulid Nabi ketersediaannya hingga 35 kilogram. Hal itu untuk mencukupi kebutuhan konsumen.
“Jelas nanti stoknya banyak. Kemungkinannya nanti bakal nambah 15 kilogram menjelang Maulid Nabi,” tambahnya.
Sementara itu, Eliyana, pembeli daging ayam yang dijumpai di pasar itu. mengaku tak keberatan dengan kenaikan harga tersebut. Sebab, kondisinya memang sudah dianggap wajar.
Apalagi momentum seperti ini menjadi agenda tahunan yang membuat warga berbondong-bondong memburu daging ayam. “Karena memang tahunan dan pasti harganya naik. Untungnya nggak sampai mahal-mahal banget. Jadi, kasarannya masih terjangkau,” pungkasnya. (dea/c2/fid)
Editor : Safitri