BACA JUGA : Dulu COD, Sekarang Peredaran Narkoba di Lumajang Pakai Kurir
Kopi wine atau kopi hasil fermentasi jadi salah satu andalan di rumah produksi tersebut. Sebab, memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi biasanya. Aroma kopi tersebut dinilai sangat khas.
Apalagi untuk proses pembuatannya juga tidak terlalu sulit. Menurut Sahir, petani kopi wine mengaku jika proses pembuatannya sangat mudah. “Biji kopi dipilih dari kopi pilihan. Artinya, yang sudah masak di pohon dan buahnya berwarna merah. Kemudian, cukup dibersihkan dan disimpan secara alami untuk difermentasi selama dua bulan,” tuturnya.
Pekerjaannya tidak mudah. Harus menggunakan peralatan produksi semi modern yang dibantu oleh lima orang pekerja. Tujuannya agar bisa memenuhi kebutuhan konsumen.
Usaha olahan kopi yang dirintis sejak tahun 2015 itu rupanya bisa tembus ke berbagai daerah. Salah satunya di Bandung yang dikirim selama sebulan sekali. Bahkan, dirinya juga memproduksi beragam jenis kopi mulai dari robusta, excelsa, hingga arabika.
Semuanya diproses secara mandiri. “Kita prosesnya semi modern. Dan sudah dipasarkan ke berbagai daerah. Kadang dalam satu bulan bisa menghasilkan kopi sebanyak 2 kuintal,” pungkasnya. (dea/c2/fid) Editor : Safitri