Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Kambing Asap hingga Enam Jam, Disajikan dengan Daun Jati

Safitri • Sabtu, 27 Agustus 2022 | 23:23 WIB
DIASAP: Proses pembuatan  yang dilakukan hingga enam jam untuk menghasilkan cita rasa nikmat, lalu disajikan dengan daun jati.
DIASAP: Proses pembuatan  yang dilakukan hingga enam jam untuk menghasilkan cita rasa nikmat, lalu disajikan dengan daun jati.
TEMPURAN, Radar Semeru - Sajian daging kambing asap di Lumajang memang terdengar asing. Hanya segelintir orang yang mau menikmati kuliner itu. Sebab, harganya cukup menguras kantong. Namun, cita rasanya tidak bisa diragukan. Apalagi dengan penyajian yang sangat unik dan memanfaatkan tanaman sekitar.

BACA JUGA : Persid Cari Sparing Tim Liga 3

Menu makanan daging kambing asap di Lumajang masih terbilang baru. Tidak banyak warga familier dengan makanan yang baru dipasarkan sejak enam bulan terakhir itu. Rasanya yang lembut dan teksturnya yang empuk membuat pencinta kuliner memilih makanan itu. Sebab, daging kambing diolah dengan cara diasap hingga enam jam lamanya.

Proses pengolahan yang memakan waktu berjam-jam itulah yang membuat tekstur daging jadi lunak saat dimakan. Apalagi aroma yang dihasilkan dari bumbu kaya akan rempah-rempah membuat cita rasanya semakin lekat.

“Kita olah sampai 6 jam, diasap dan bisa bertahan hingga kurang lebih satu bulan. Diolahnya pakai bumbu rempah-rempah. Ada serai, daun jeruk, dan banyak juga bumbu lainnya,” kata Yusuf, pengelola warung daging asap.

Uniknya, daging asap Tempuran itu disajikan dengan daun jati. Sehingga menambah kuat cita rasanya. Apalagi bahan-bahan yang diambil juga asli dari tempat asalnya. Seperti kambing yang terkenal di Senduro, dan daun jati yang banyak tumbuh di sekitar kawasan tersebut.

Dia menambahkan, varian baru jenis kuliner itu dipakai untuk mengangkat citra Lumajang. Sehingga nantinya bisa dijadikan jujukan bagi pencinta kuliner. “Bahan-bahan kami ambil dari daerah sini. Mulai dari daun jati dan hewan kambingnya. Tapi, untuk olahan sambalnya kami masih kebingungan,” pungkasnya. (dea/c2/fid)

  Editor : Safitri
#Lumajang