Kegiatan itu dihadiri langsung Kepala Kantor Kemenag Lumajang Muhammad Muslim, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forkopimca serta tokoh lintas agama. Harapannya, keberadaan kampung Bimamerdeka ini dapat menginspirasi desa-desa lainnya untuk segera mengikuti langkah serupa.
BACA JUGA: Perketat Keberadaan Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Lumajang
Kepala KUA Pronojiwo Ali Iskandar mengatakan, fenomena kerukunan antarumat beragama di Kecamatan Pronojiwo telah tampak sejak dulu. Bahkan, seluruh penduduk yang menganut agama Islam, Katholik, Protestan dan Hindu di sejumlah desa di kecamatan hidup rukun berdampingan.
Suasana itu terlihat ketika sedang terjadi interaksi antar penduduk dalam aktivitas sehari-hari, bahkan saat kegiatan keagamaan, keperluan pekerjaan, hajatan hingga apabila terjadi kematian, mereka saling membantu. Miniatur interaksi kerukunan itu salah satunya berada di Kantor Desa Sidomulyo yang pegawainya berlatar 4 pemeluk agama.
“Ini semua terjadi jika memiliki fikiran moderat dalam seluruh warga. Sebab itu eman jika konsep kerukunan Sidomulyo dan moderat fikiran warga disimpan. Adanya kampung ini untuk meningkatkan kesadaran moderat dan ekspos ke dunia luar akan keberlangsungan moderasi dan kerukunan itu,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Muslim menjelaskan, moderasi beragama menjadi benteng yang kuat dalam menangkal radikalisme. “Untuk itu, kesadaran untuk menciptakan kerukunan antarumat beragama warga desa Sidomulyo dapat menjadi contoh bagi desa dan daerah lain mengikuti langkahnya,” pungkasnya (kr)
Reporter: Attiqson Mar Iqbal
Foto : Iskandar untuk Radar Semeru
Editor : Hafid Asnan Editor : Maulana Ijal