Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Diduga karena Terdampak Wabah PMK, Orderan Tusuk Sate Menurun

Safitri • Selasa, 12 Juli 2022 | 23:28 WIB
LEBIH SEDIKIT: Penjualan tusuk sate saat Idul Adha tahun ini terbilang menurun, akibat PMK yang melanda Lumajang.
LEBIH SEDIKIT: Penjualan tusuk sate saat Idul Adha tahun ini terbilang menurun, akibat PMK yang melanda Lumajang.
TOMPOKERSAN, Radar Semeru - Tusuk sate saat Idul Adha biasanya banyak diburu warga. Namun, saat ini tidak begitu banyak seperti sebelum-sebelumnya. Penjualannya menurun akibat PMK. Biasanya pedagang menyiapkan stok sampai 300 bungkus. Saat ini hanya setengahnya saja. Seperti yang terjadi di Pasar Baru Lumajang.

BACA JUGA : Pelaksanaan Kurikulum Merdeka, Guru Diberi Kebebasan Berkreasi

Muhtar, penjual di pasar, mengaku bahwa tusuk sate yang dulu jadi incaran warga kali ini justru sepi pembeli. Menurutnya, hal ini disebabkan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda Lumajang. Akibatnya, warga lebih berhati-hati untuk mengonsumsi daging.

Tak heran jika biasanya penjual bisa menyiapkan stok hingga ratusan dalam jangka beberapa hari. Lebaran kali ini dia justru menyiapkan stok kurang dari 200 bungkus. Terbukti, saat ini permintaannya hanya sedikit, dan baru terjual tidak sampai setengahnya. “Ini saja 200 bungkus belum habis. Tahun sebelumnya 300 bungkus langsung cepat habis,” ucapnya.

Hal serupa juga dialami Imam Solihin. Tusuk sate yang sudah siap jual dan distok jauh-jauh hari ternyata tidak laku. Bahkan ada barang miliknya yang sudah mulai rusak. Yaitu, sudah mulai rapuh dan berdebu. Jika tetap dijual, saat digunakan pun akan mudah patah dan tidak tajam lagi. “Sama, sepi juga sekarang. Ini ada yang sudah mulai rusak tusuknya,” ujarnya.

Penjual hanya bisa pasrah meskipun tidak banyak yang terjual. Mereka berharap kondisi itu segera pulih. Agar penjualannya bisa normal kembali. (mg3/c2/fid) Editor : Safitri
#Lumajang