BACA JUGA : Bawa Emas di SEA Games Vietnam, Timnas Diapresiasi PUBG Mobile Indonesia
Kemarin, peraih medali emas, perak, dan perunggu itu tiba di Lumajang. Iful diarak Forkopimda Lumajang bersama komunitas motor perang dan vespa dari Kawasan Wonorejo Terpadu, Kedungjajang, menuju Pendapa Arya Wiraraja Lumajang. Selama perjalanan itu, Iful tidak berhenti tersenyum, melambaikan tangan, dan menyapa warga Lumajang yang berada di samping jalan.
“Terima kasih doa dan dukungan warga Lumajang selama ini. Terima kasih juga sudah disambut saat tiba di Lumajang. Rasanya ucapan terima kasih tidak cukup untuk menggambarkan ini semua,” ungkapnya.
Lelaki yang belajar sepak takraw sejak duduk di bangku kelas dua SD itu mengaku senang bisa mengharumkan nama Lumajang di kancah internasional. Memang, kejuaraan internasional itu bukan kali pertama diikuti. Namun, dibandingkan kejuaraan sebelumnya, dia mengaku lebih tertantang. Sehingga pengalaman-pengalamannya itu siap disalurkan ke generasi penerusnya.
Bupati Lumajang memintanya menyiapkan generasi penerus. Terlebih, Kecamatan Pronojiwo sudah terkenal melahirkan banyak atlet sepak takraw. “Bagi yang ingin belajar takraw, silakan. Apalagi yang mau masuk SMANOR Jatim dan memilih cabor sepak takraw. Saya siap (membina, Red),” katanya.
Sementara itu, Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan, prestasi tersebut sangat membanggakan. Oleh sebab itu, Pemkab memutuskan memberikan reward kepada Iful. Penghargaan itu berupa satu unit rumah. Penghargaan sama yang diberikan kepada Zaenal Fanani.
Cak Thoriq berharap Iful bisa melihat dan mencari bibit baru di Pronojiwo. Sebab, olahraga tersebut sudah menjadi tradisi dalam kehidupan sehari-hari. “Yang sudah mengharumkan nama bangsa ini mencari bibit generasinya. Tidak hanya mencari,tetapi juga harus menjadi prestasi,” pungkasnya.(kin/c2/fid)
Editor : Safitri