Tidak hanya menggenangi jalan dan permukiman. Genangan banjir tersebut juga membuat tanggul sungai terkikis. Sedikitnya, dua barongan bambu di Desa Kutorenon dan Desa Selokbesuki yang terkikis menyumbat aliran sungai. Karena itu, langkah penanganan langsung dilakukan, kemarin.
Juru Irigasi Bendung Bodang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang Mulyo mengungkapkan, awalnya debit air di hulu sekitar 80 sentimeter. Selanjutnya, hujan yang semakin deras menambah debit air. Akibatnya, saat aliran sampai di Bendung Kedongsaku menjadi 120 cm.
“Itu debit air pukul lima sore. Nah, sampai di Desa Kutorenon itu sekitar pukul delapan malam. Jadi, air langsung meluber ke jalan dan rumah warga. Terutama di Dusun Biting I. Setelah air surut, paginya ada laporan warga barongan bambu masuk sungai,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang, SDA DPUTR, BPBD, dan masyarakat langsung membersihkan aliran sungai. Mereka bergotong royong memotong batang bambu dengan beragam peralatan.
Sementara itu, Pelaksana Lapangan UPT PSDA Nawiyono mengungkapkan, penanganan langsung dilakukan. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa dan daerah. Sebab, barongan bambu tersebut berukuran besar. Membutuhkan alat berat untuk memindahkannya dari aliran sungai.
“Yang jelas, kami akan tangani secepatnya agar aliran lancar kembali. Kalau menggunakan alat berat tidak memungkinkan. Sebab, akses masuk alat berat tidak ada. Sementara ini, kami potong menjadi beberapa bagian agar bisa dipindahkan menjauh dari aliran sungai,” pungkasnya.
Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri