Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Batang Bambu Terkikis Aliran Sungai Curah Menjangan Lumajang

Safitri • Selasa, 28 Desember 2021 | 16:21 WIB
GOTONG ROYONG: Personel gabungan memotong batang bambu yang terkikis aliran di Sungai Curah Menjangan, perbatasan Desa Selokbesuki dan Kutorenon, Kecamatan Sukodono, kemarin.
GOTONG ROYONG: Personel gabungan memotong batang bambu yang terkikis aliran di Sungai Curah Menjangan, perbatasan Desa Selokbesuki dan Kutorenon, Kecamatan Sukodono, kemarin.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir tahun ini, curah hujan di Kabupaten Lumajang cukup tinggi. Tak heran jika hujan dengan intensitas ringan hingga lebat terus mengguyur beberapa kawasan Lumajang. Seperti halnya hujan yang mengguyur di kawasan Senduro, Jumat (24/12) lalu. Akibatnya, hulu Sungai Curah Menjangan mengalami kenaikan debit air. Imbasnya, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, terendam lagi.

Tidak hanya menggenangi jalan dan permukiman. Genangan banjir tersebut juga membuat tanggul sungai terkikis. Sedikitnya, dua barongan bambu di Desa Kutorenon dan Desa Selokbesuki yang terkikis menyumbat aliran sungai. Karena itu, langkah penanganan langsung dilakukan, kemarin.

Juru Irigasi Bendung Bodang Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Lumajang Mulyo mengungkapkan, awalnya debit air di hulu sekitar 80 sentimeter. Selanjutnya, hujan yang semakin deras menambah debit air. Akibatnya, saat aliran sampai di Bendung Kedongsaku menjadi 120 cm.

“Itu debit air pukul lima sore. Nah, sampai di Desa Kutorenon itu sekitar pukul delapan malam. Jadi, air langsung meluber ke jalan dan rumah warga. Terutama di Dusun Biting I. Setelah air surut, paginya ada laporan warga barongan bambu masuk sungai,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya bersama TNI, Tim Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air (UPT PSDA) Lumajang, SDA DPUTR, BPBD, dan masyarakat langsung membersihkan aliran sungai. Mereka bergotong royong memotong batang bambu dengan beragam peralatan.

Sementara itu, Pelaksana Lapangan UPT PSDA Nawiyono mengungkapkan, penanganan langsung dilakukan. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pemerintah desa dan daerah. Sebab, barongan bambu tersebut berukuran besar. Membutuhkan alat berat untuk memindahkannya dari aliran sungai.

“Yang jelas, kami akan tangani secepatnya agar aliran lancar kembali. Kalau menggunakan alat berat tidak memungkinkan. Sebab, akses masuk alat berat tidak ada. Sementara ini, kami potong menjadi beberapa bagian agar bisa dipindahkan menjauh dari aliran sungai,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Hujan #sungai #Lumajang