alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Trauma Belum Hilang, Banjir Datang

942 KK Terdampak Genangan Mencapai Satu Meter

Mobile_AP_Rectangle 1

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, Kabupaten Lumajang terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, debit air sungai terus naik. Ancaman banjir juga menghantui. Bahkan, salah satu desa sudah terendam banjir cukup tinggi.

Kemarin (20/12), luapan sungai menggenangi Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Sebanyak tiga dusun terendam banjir dengan ketinggian 20 hingga 80 sentimeter. Alhasil, mereka khawatir debit air terus meningkat. Padahal trauma banjir pada bulan Februari lalu belum juga hilang.

Kepala Desa Kutorenon Faisal Rizal mengungkapkan, sebagian besar masyarakat masih merasa trauma. Terutama saat hujan berintensitas tinggi dalam waktu lama. Masyarakat terus memantau perkembangan debit air sungai. Jika meningkat, mereka langsung mengungsi dan mencari tempat aman. “Kalau air naik sedikit saja, langsung menghubungi pihak desa. Memang trauma masih ada. Debit air naik itu pasti mereka bingung. Ada yang mengungsi ke rumah saudara, ada yang ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyebut, sekitar 942 kepala keluarga terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Mereka berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan II sebanyak dua RT, Dusun Biting I sebanyak dua RW, dan Dusun Biting II sebanyak dua RW.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung meninjau lokasi. Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, berkeliling dan mengunjungi warga yang mengungsi. Dia menjelaskan, masih ada warga yang trauma. Sebab, bencana banjir beberapa bulan lalu masih diingat oleh warga.

- Advertisement -

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, Kabupaten Lumajang terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, debit air sungai terus naik. Ancaman banjir juga menghantui. Bahkan, salah satu desa sudah terendam banjir cukup tinggi.

Kemarin (20/12), luapan sungai menggenangi Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Sebanyak tiga dusun terendam banjir dengan ketinggian 20 hingga 80 sentimeter. Alhasil, mereka khawatir debit air terus meningkat. Padahal trauma banjir pada bulan Februari lalu belum juga hilang.

Kepala Desa Kutorenon Faisal Rizal mengungkapkan, sebagian besar masyarakat masih merasa trauma. Terutama saat hujan berintensitas tinggi dalam waktu lama. Masyarakat terus memantau perkembangan debit air sungai. Jika meningkat, mereka langsung mengungsi dan mencari tempat aman. “Kalau air naik sedikit saja, langsung menghubungi pihak desa. Memang trauma masih ada. Debit air naik itu pasti mereka bingung. Ada yang mengungsi ke rumah saudara, ada yang ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Dia menyebut, sekitar 942 kepala keluarga terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Mereka berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan II sebanyak dua RT, Dusun Biting I sebanyak dua RW, dan Dusun Biting II sebanyak dua RW.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung meninjau lokasi. Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, berkeliling dan mengunjungi warga yang mengungsi. Dia menjelaskan, masih ada warga yang trauma. Sebab, bencana banjir beberapa bulan lalu masih diingat oleh warga.

LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Akhir-akhir ini, Kabupaten Lumajang terus diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi. Akibatnya, debit air sungai terus naik. Ancaman banjir juga menghantui. Bahkan, salah satu desa sudah terendam banjir cukup tinggi.

Kemarin (20/12), luapan sungai menggenangi Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono. Sebanyak tiga dusun terendam banjir dengan ketinggian 20 hingga 80 sentimeter. Alhasil, mereka khawatir debit air terus meningkat. Padahal trauma banjir pada bulan Februari lalu belum juga hilang.

Kepala Desa Kutorenon Faisal Rizal mengungkapkan, sebagian besar masyarakat masih merasa trauma. Terutama saat hujan berintensitas tinggi dalam waktu lama. Masyarakat terus memantau perkembangan debit air sungai. Jika meningkat, mereka langsung mengungsi dan mencari tempat aman. “Kalau air naik sedikit saja, langsung menghubungi pihak desa. Memang trauma masih ada. Debit air naik itu pasti mereka bingung. Ada yang mengungsi ke rumah saudara, ada yang ke dataran tinggi,” ungkapnya.

Dia menyebut, sekitar 942 kepala keluarga terdampak secara langsung maupun tidak langsung. Mereka berasal dari tiga dusun, yakni Dusun Krajan II sebanyak dua RT, Dusun Biting I sebanyak dua RW, dan Dusun Biting II sebanyak dua RW.

Sementara itu, Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati langsung meninjau lokasi. Bunda Indah, sapaan akrab Wabup, berkeliling dan mengunjungi warga yang mengungsi. Dia menjelaskan, masih ada warga yang trauma. Sebab, bencana banjir beberapa bulan lalu masih diingat oleh warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/