Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Erupsi Gunung Semeru Kedua Kalinya Dalam Dua Tahun

Yohanes Pangestu • Minggu, 5 Desember 2021 | 05:46 WIB
Photo
Photo
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID - Di bulan yang sama seperti tahun 2020, Gunung Semeru kembali mengeluarkan guguran awan panas. Erupsi kali ini lebih besar. Sebab, mengakibatkan belasan hingga puluhan warga mengalami luka bakar hingga membuat dua warga meninggal dunia.

SAPITURANG, Radar Semeru - Kurang lebih sekitar pukul 15.15, guguran awan panas tebal mengejutkan warga yang tinggal di Dusun Curahkobokan Desa Sapiturang Kecamatan Pronojiwo dan Desa Kajar Kuning Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro. Akibatnya, mereka berlarian pergi meninggalkan rumahnya untuk mengamankan diri.

Informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 15.10 mengeluarkan abu vulkanik dari guguran awan panas. PPGA Pos Sawur melaporkan, guguran awan panas itu mengarah ke Besuk Kobokan dan beraroma belerang. Sehingga, dua kecamatan terdekat diselimuti kabut awan panas.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Indra Dwi Leksana mengatakan, beberapa menit setelah awan panas guguran (APG) menyelimuti dua dusun di dua kecamatan barat Lumajang juga diiringi hujan gerimis. Sehingga tebal abu yang mencapai 50 sentimeter menjadi lumpur.

"Ini kami kesulitan untuk melakukan evakuasi, ada banyak warga yang terisolir di Dusun Curah Kobokan dan Dusun Kajar Kuning. Apalagi aliran listrik sudah terputus, kami masih memikirkan cara untuk segera bisa memantau warga yang belum sempat terevakuasi untuk segera diamankan," katanya.

Diakui, ada banyak korban dalam kejadian ini. Indra menambahkan, ada satu warga Dusun Curah Kobokan yang meninggal dunia tertimpa atap rumah dan abu panas. Korban tersebut dimungkinkan dapat terus bertambah. Sebab, saat ini pihaknya masih melakukan evakuasi warga yang masih terjebak.

Wakil Bupati Lumajang Indah Amperawati mengatakan, selain ada satu warga yang meninggal dunia, ada belasan hingga puluhan korban yang mengalami luka bakar akibat APG. Bahkan, dampak bencana ini juga mengakibatkan jembatan gladak perak terputus.

"Kami terus melakukan evakuasi untuk mencari korban-korban yang masih belum terevakuasi. Karena di dua dusun itu tebal abunya mencapai 40 sentimeter, kami kesulitan untuk akses menuju titik terparah. Semoga segera teratasi dengan baik," pungkasnya (son/fid) Editor : Yohanes Pangestu
#Gunung Semeru