Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Atlet Berprestasi Jangan Sampai Minim Apresiasi

Safitri • Jumat, 15 Oktober 2021 | 17:11 WIB
PERLU INOVASI PEMBELAJARAN: Orang tua merekam kegiatan belajar daring putranya. Metode pembelajaran yang tak selalu mengandalkan daring harus tetap dilakukan. Salah satunya adalah mewarnai.
PERLU INOVASI PEMBELAJARAN: Orang tua merekam kegiatan belajar daring putranya. Metode pembelajaran yang tak selalu mengandalkan daring harus tetap dilakukan. Salah satunya adalah mewarnai.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Bangga! Tentu kata itu yang pertama tebersit saat mendengar atlet mengharumkan nama daerahnya. Tidak terkecuali bagi para atlet yang berjuang di setiap kejuaraan olahraga. Seperti yang dirasakan Saiful Rijal dan Efi Dian Sofiana. Menjadi perwakilan Jawa Timur dalam pekan olahraga nasional (PON) XX Papua, mereka pulang membawa medali juara.

Saiful Rijal, atlet sepak takraw Lumajang, bersyukur latihannya berbuah hasil. Tentu, hal tersebut berawal dari dukungan dan restu banyak pihak. Terutama kedua orang tua. Bagi Rijal, melakoni perjuangan yang panjang di arena kejuaraan tidak mudah dilupakan. Terlebih, latihan selama bertahun-tahun tersebut membawanya meraih dua juara.

“Mendapat reward seperti uang, rumah, dan lainnya memang bonus. Namun, bonus terbesar adalah apa yang kita pelajari selama latihan muncul saat tampil di pertandingan. Perkara hasil itu belakangan. Tetapi, selama ini dukungan dari keluarga maksimal dan optimal. Tidak terkecuali dari pemerintah daerah,” ungkapnya.

Efi Dian Sofiana juga mengungkapkan hal yang sama. Meski sempat tidak dikenal, namun berkat hasil latihannya hingga mengorbankan darah bahkan patah tulang, dia mengharumkan Lumajang. Ditambah, setelah memenangkan debut mixed martial arts (MMA) dua kali, dukungan terus mengalir. “Ada yang dikorbankan. Terutama waktu. Jadi, jarang bahkan sulit bertemu orang tua. Tetapi, ini juga bagian dari membanggakan Lumajang,” katanya.

Sementara itu, pengamat olahraga yang juga mantan Plt Ketua KONI Lumajang, Pujo Asmara Hadi, menjelaskan, hampir semua kecamatan melahirkan generasi atlet berprestasi. Namun, Pujo mengamati, apresiasi sangat minim. Apalagi sempat ada transfer atlet ke kabupaten lain tanpa sepengetahuan kabupaten asal. Jika dibiarkan, akan berdampak pada generasi selanjutnya.

“Oleh karena itu, generasi selanjutnya harus diberikan kesempatan seluas-luasnya. Termasuk juga dari sisi reward-nya. Kalau melihat dari tahun ke tahun ada peningkatan. Di sisi lain, atlet juga harus memiliki tanggung jawab moral dengan memberikan trik dan teknik. Ini bagian dari menjaga konsistensi jangan sampai kepincut menjadi atlet daerah lain,” jelas pengamat olahraga tersebut.

Budi Satria Andika, Bendahara Umum KONI Lumajang, menyebut, loyalitas atlet memang harus dibentuk. Meski banyak tawaran dan peluang, pihaknya tetap meminta atlet membela Lumajang. “Kami kecewa tidak pernah diajak berbicara KONI Jawa Timur. Untuk mengantisipasi itu, kami tetap memberikan apresiasi dan selanjutnya menentukan mekanismenya,” tutupnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#Lumajang