Jember Bondowoso Lumajang Pemerintahan Nasional Bola Internasional Bola Indonesia Update Laka Lantas Rekomendasi Infotainment Balbalan Tapal Kuda Oto dan Tekno MotoGP

Pesantren Lapas II B Lumajang Dimulai Senin Depan

Safitri • Jumat, 24 September 2021 | 17:41 WIB
MULAI SENIN: Ratusan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Lumajang saat menerima remisi, beberapa waktu lalu. Program Pesantren Lapas dengan Kemenag Lumajang resmi dimulai pekan depan.
MULAI SENIN: Ratusan narapidana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Lumajang saat menerima remisi, beberapa waktu lalu. Program Pesantren Lapas dengan Kemenag Lumajang resmi dimulai pekan depan.
LUMAJANG, RADARJEMBER.ID – Rencana lembaga pemasyarakatan (lapas) dengan nuansa pondok pesantren di Lapas II B Lumajang bakal direalisasikan pekan depan. Sebab, memorandum of understanding (MoU) antara lapas dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang sudah dilakukan, kemarin. Ratusan narapidana (napi) akan menerima 12 program keagamaan Pesantren Lapas.

Muhammad Muslim, Kepala Kemenag Lumajang, mengungkapkan, Senin depan, kegiatan pembelajaran atau pembinaan keagamaan sudah mulai dilaksanakan. Belasan program tersebut terdiri atas sejumlah tingkatan program. Artinya, program tersebut bertahap. Mulai dari pengetahuan agama yang minim hingga sudah dianggap lebih tinggi pemahaman keagamannya. Hal tersebut diterapkan mulai bangun tidur hingga tidur kembali.

“Ada program baca tulis Alquran bagi napi yang belum bisa membaca atau menulis. Kalau sudah bisa, lanjut ke tahap selanjutntya. Yakni ada program tartil. Kalau sudah lancar, ada lagi tilawah atau qari. Kalau sudah bisa, lanjut ke tahap menghafal atau tahfizul Quran. Nah, ini program unggulan kami di lapas,” katanya.

Menurut Muslim, target hafalan fleksibel. Hal tersebut sesuai kemampuan warga binaan. Selain itu, program lain seperti pembelajaran ilmu fikih, hadis, dan lainnya juga bakal diberikan. Terutama pembinaan dan pengetahuan tauhid atau akidah napi. “Program itu ada yang sifatnya tentatif seperti pembelajaran atau pengobatan ala Nabi. Ada juga program istighotsah yang dilakukan sebulan sekali. Rerata program lainnya dua kali dalam sepekan. Sehingga, nuansa pondok pesantren mulai bangun hingga tidur lagi sangat terasa,” lanjutnya.

Sementara itu, Agus Wahono, Kalapas Kelas II B Lumajang, mengungkapkan, program tersebut sangat baik bagi warga binaannya. Apalagi para pengajar atau pembina keagamaan lebih banyak. Menurut dia, hal itu lebih bagus. Sebab, dari sisi kesiapan napi, pihaknya sudah sangat siap. “Salama 24 jam pun kami siap,” ungkapnya.

Pihaknya akan melakukan kategorisasi keilmuan agama napi. Sebab, hal tersebut memudahkan proses pembelajaran agama. “Kami akan memilah, mereka yang belum bisa baca atau belum bisa salat berkumpul jadi satu. Sedangkan yang sudah bisa akan berkumpul dengan yang bisa. Apalagi jika ada yang sudah mahir, maka bisa membantu lainnya mengajar,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Muhammad Sidkin Ali
Fotografer : Muhammad Sidkin Ali
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri
#lapas #Lumajang