Lava pijar tersebut jelas melalui Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo. Sekitar pukul 02.00, guguran lava pijar itu terjadi. Secara visual, luncuran lava itu terlihat keluar dari arah puncak Kawah Jonggring Saloko ke arah bukaan kawah tenggara menuju Besuk Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Kabid Kedaruratan, Rehabilitasi, dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Joko Sambang mengatakan, informasi yang diterima dari pos pengamatan gunung api yang terletak di Pos Gunung Sawur menyebutkan, lava pijar terjadi sejauh satu hingga dua kilometer.
“Itu turun dari bibir kawah, masih sangat jauh dari lokasi permukiman penduduk. Karena jaraknya masih sekitar 12 sampai 15 kilometer. Kalau dilihat secara visual dari Gunung Sawur memang sedikit berkabut. Namun, lava itu benar keluar dari Gunung Semeru,” katanya.
Namun, meski gunung itu mengeluarkan lava pijar serta letusan hingga puluhan kali, tingkat aktivitas berstatus waspada. Artinya, warga setempat diimbau tidak boleh beraktivitas dalam radius satu kilometer dari puncak gunung. Warga harus mewaspadai awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai.
“Sementara, pengamatan secara kegempaan Gunung Semeru dalam 24 jam terakhir telah terjadi 50 kali gempa letusan dan 9 kali embusan dan dua kali tektonik jauh. Gunung api tertinggi di Pulau Jawa ini masih berstatus waspada atau level dua. Warga diminta tetap tenang dan waspada,” pungkasnya.
Jurnalis : Atieqson Mar Iqbal
Fotografer : Atieqson Mar Iqbal
Redaktur : Hafid Asnan Editor : Safitri